SUMEDANG – Stadion Ahmad Yani Sumedang menjadi titik awal perburuan pemain muda potensial dalam ajang Piala Dony-Yoshua U-21. Turnamen yang melibatkan perwakilan dari 26 kecamatan itu resmi dibuka pada Rabu (19/8/2026).
Selain menjadi kompetisi antarkecamatan, turnamen tersebut diarahkan sebagai wadah pembinaan sekaligus pemantauan pemain muda yang memiliki prospek untuk berkembang lebih jauh di dunia sepak bola.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang membuka langsung turnamen menyebut kompetisi usia muda memiliki peran penting dalam membangun masa depan sepak bola daerah.
Menurut Dony, potensi pemain berbakat tidak hanya berada di pusat kota, tetapi tersebar di berbagai kecamatan. Karena itu, kompetisi seperti Piala Dony-Yoshua diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuannya.
“Ini bukan hanya pertandingan sepak bola, tetapi menjadi bagian dari upaya kita mencari dan membina talenta-talenta muda sepak bola yang ada di Kabupaten Sumedang,” kata Dony.
Ia berharap pemain-pemain yang tampil dalam turnamen tersebut nantinya mampu berkembang hingga membawa nama Sumedang ke tingkat yang lebih tinggi.
Turnamen ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menariknya, penyelenggaraan Piala Dony-Yoshua U-21 disebut tidak menggunakan anggaran pemerintah.
Dony menegaskan seluruh kegiatan digelar secara mandiri dengan dukungan salah satunya berasal dari CEO Paideia Educational Solutions, Yoshua Bonar Abdiel Sirait.
“Kegiatan ini tidak menggunakan APBD ataupun APBN. Ini murni kegiatan mandiri dan sebagian besar didukung oleh Bang Yoshua,” ujarnya.
Dukungan tersebut, kata Dony, menunjukkan bahwa pengembangan olahraga tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak dinilai dapat memperluas ruang bagi generasi muda untuk berprestasi.
Piala Dony-Yoshua U-21 sendiri menawarkan total hadiah Rp132 juta. Besarnya apresiasi tersebut diharapkan ikut meningkatkan motivasi pemain untuk mempersiapkan diri secara serius selama mengikuti kompetisi.
Dony bahkan berharap turnamen tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Ia ingin Piala Dony-Yoshua dapat berkembang menjadi agenda rutin yang memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk terus berkompetisi.
“Ketika ada event seperti ini, anak-anak akan semakin termotivasi dan semangat berlatih sepak bola dengan baik. Mereka juga memiliki wadah untuk mengembangkan potensi sekaligus membuka peluang kariernya di dunia sepak bola,” tuturnya.
Menurut Dony, keberadaan kompetisi yang dikelola secara profesional juga penting bagi perkembangan ekosistem sepak bola Sumedang. Terlebih, banyak pemain muda yang selama ini menjalani pembinaan melalui Sekolah Sepak Bola (SSB).
“Setidaknya event ini menjadi standar, dengan pengelolaan yang profesional dan hadiah yang cukup memadai. Mudah-mudahan ini menambah warna bagi persepakbolaan di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Tak hanya mengejar kemampuan teknis, Dony menekankan pentingnya pembentukan mental dan karakter para pemain. Ia berharap kompetisi tersebut melahirkan pesepak bola yang memiliki disiplin, daya juang, sportivitas serta mental juara.
“Saya berharap dari kompetisi ini lahir talenta-talenta muda dari setiap kecamatan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga mental juara, sportivitas, kerja keras dan karakter yang tangguh,” ungkapnya.
Ia juga meminta seluruh pemain menjadikan pertandingan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik tanpa mengesampingkan nilai persaudaraan.
“Jadilah juara di lapangan, tetapi tetap menjadi saudara di luar lapangan,” pesan Dony.
Dengan keterlibatan seluruh kecamatan, Piala Dony-Yoshua U-21 diharapkan mampu menjadi salah satu pintu masuk bagi lahirnya generasi baru sepak bola Sumedang sekaligus memperkuat pembinaan pemain muda secara berkelanjutan.





