Berita  

Peringatan Nuzulul Qur’an, Al Ma’soem Gelar Tadarus hingga Tabligh Akbar

BANDUNG – Yayasan Al Ma’soem Bandung menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah pada Jumat (6/3/2026) bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 H di Masjid Aisyah Al Ma’soem, kompleks makam keluarga besar H. Ma’soem, Dangdeur, Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini diikuti oleh civitas Al Ma’soem Group, mulai dari siswa, santri, mahasiswa, hingga pengurus yayasan.
Rangkaian acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an juz ke-30 yang dipandu oleh santri SMA Al Ma’soem. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama, shalat Magrib, Isya, serta Tarawih berjamaah.

Setelah itu, kegiatan diisi dengan tabligh akbar yang menghadirkan penceramah Dr. H. Ucup Pathudin Al Maarif, M.Ag.

Ini Baca Juga :  92 Siswa SD Al Ma’soem Diwisuda, 85 Orang Hafal 1 Juz, dan 7 Orang Hafal 2 Juz

Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung, Prof. Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Masoem, M.S., mengatakan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi sarana mempererat silaturahmi keluarga besar Al Ma’soem.

“Kegiatan ini merupakan momentum silaturahmi sekaligus buka bersama civitas Al Ma’soem Group. Terakhir kali kegiatan serupa dilaksanakan di tempat ini sebelum masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh peserta. “Semoga kita semua mendapatkan keberkahan Al-Qur’an, keberkahan Ramadan, keberkahan ilmu, dan keberkahan silaturahmi,” kata Ceppy.

Menurut dia, pelaksanaan peringatan Nuzulul Qur’an di kompleks makam para pendiri Al Ma’soem Group juga memiliki makna khusus sebagai bentuk penghargaan kepada para pendahulu yang telah berjasa membangun lembaga tersebut.

Ini Baca Juga :  Sumedang Terpilih Jadi Lokasi Proyek Nasional Pengembangan Hortikultura di Kawasan Lahan Kering

“Bagi para santri, tempat ini sangat spesifik. Kami berharap kegiatan ini membekas dalam ingatan mereka dan memberi kesan positif,” ujarnya.

Ceppy mengingatkan bahwa Ramadan merupakan Syahrul Qur’an atau bulan Al-Qur’an. Ramadan, menurut dia, bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk hidup.

Ia menjelaskan bahwa orang yang memahami kebenaran wahyu Allah tidak sama dengan mereka yang mengabaikannya. Perbedaan tersebut tercermin dari sikap dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ini Baca Juga :  CBP Camp & University Fair, Cara Al Ma’soem Serap Lulusan ke PTN

“Ketika adzan berkumandang, ada yang merasakan itu sebagai panggilan dari langit sehingga ia bergegas berwudhu dan menuju shalat. Namun ada pula yang menganggapnya hanya sebagai suara yang lewat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian renovasi dan penambahan fasilitas kompleks Masjid Makam Keluarga Besar H. Ma’soem, sekaligus pelantikan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Aisyah Al Ma’soem.

Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembukaan Haflah Hifdzil Qur’an ke-5 yang diikuti siswa, santri, dan mahasiswa Al Ma’soem dengan kategori hafalan 5, 10, 15, 20, 25, hingga 30 juz Al-Qur’an.