BOLA, IniSumedang.Com – Pelatih Pep Guardiola angkat suara terkait keputusan kontroversial Confederation of African Football yang mengubah hasil akhir Africa Cup of Nations 2026. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang mengejutkan dan sulit dipahami.
Sebelumnya, Senegal national football team dinyatakan sebagai juara setelah menang 1-0 atas Morocco national football team di partai final. Namun, hasil tersebut kemudian dibatalkan oleh CAF.
Dalam keputusan terbaru yang diumumkan pada 18 Maret 2026, CAF menetapkan Maroko sebagai juara usai Senegal dinyatakan kalah walkover dengan skor 0-3.
Guardiola: Keputusan Terasa Janggal
Guardiola mengaku heran dengan perubahan hasil tersebut. Ia menilai keputusan seperti itu jarang terjadi dalam turnamen besar dan menimbulkan tanda tanya.
“Ini mengejutkan. Saya tidak tahu alasannya, tapi keputusan seperti ini sering kali dibuat di balik layar,” ujar Guardiola, Jumat, 20 Maret 2026.
Menurutnya, dalam dunia sepak bola, tidak semua proses yang terjadi dapat terlihat secara terbuka oleh publik.
Ia juga menyinggung bahwa keputusan besar sering kali melibatkan dinamika internal yang tidak sepenuhnya diketahui oleh pihak luar.
Hasil Final Berubah Drastis
Pada laga final sebelumnya, Senegal berhasil mengalahkan Maroko dengan skor tipis 1-0. Hasil tersebut sempat memastikan Senegal keluar sebagai juara turnamen.
Namun, CAF kemudian meralat hasil pertandingan tersebut dan menetapkan Maroko sebagai pemenang.
Dalam keputusan resminya, CAF menyatakan Senegal kalah walkover akibat pelanggaran yang belum dijelaskan secara rinci.
Sebagai konsekuensi, kemenangan 3-0 diberikan kepada Maroko, yang sekaligus memastikan mereka menjadi juara Piala Afrika 2026.
Minim Penjelasan dari CAF
Hingga saat ini, CAF belum memberikan penjelasan detail mengenai pelanggaran yang dilakukan Senegal.
Badan sepak bola Afrika tersebut hanya menyebut bahwa keputusan diambil berdasarkan regulasi yang berlaku.
Minimnya transparansi ini memicu berbagai reaksi dari publik sepak bola, termasuk pengamat dan pelatih.
Perubahan hasil final dalam turnamen besar seperti Piala Afrika tergolong jarang terjadi, sehingga menimbulkan perhatian luas.
Potensi Polemik dan Banding
Keputusan CAF diperkirakan masih akan berkembang dalam waktu dekat. Federasi sepak bola Senegal disebut tengah mempertimbangkan langkah banding.
Jika banding diajukan, polemik terkait hasil final Piala Afrika 2026 berpotensi semakin meluas di tingkat internasional.
Sementara itu, Maroko telah resmi dicatat sebagai juara baru turnamen tersebut, meski keputusan tersebut masih menyisakan tanda tanya di kalangan publik.
Komentar Guardiola menambah sorotan terhadap kasus ini, sekaligus mencerminkan kegelisahan sejumlah pihak terhadap transparansi dalam pengambilan keputusan di sepak bola internasional.






