SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mendorong percepatan penanganan dampak di kawasan Bendung Cihamerang yang selama beberapa tahun terakhir memengaruhi aktivitas pertanian masyarakat.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Sekretaris Daerah Tuti Ruswati dan jajaran pengelola Jalan Tol Cisumdawu, Citra Karya Jabar Tol (CKJT), meninjau langsung kondisi bendung tersebut pada Kamis (5/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan upaya penanganan sekaligus memastikan langkah-langkah yang diambil dapat memberikan solusi bagi warga, khususnya petani yang terdampak di sekitar lokasi bendung.
Dony mengatakan, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terus berkoordinasi untuk mempercepat penyelesaian persoalan yang sudah berlangsung beberapa tahun tersebut.
Menurut dia, dampak bendung tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan mata pencaharian masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.
“Selama beberapa tahun terakhir ada sawah milik warga yang tidak dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Karena itu kami ingin memastikan proses penanganannya berjalan dan masyarakat mendapatkan kepastian,” kata Dony.
Ia menjelaskan, selain aspek ekonomi, faktor keselamatan warga juga menjadi perhatian utama pemerintah. Pasalnya, terdapat permukiman di dua desa yang berada di wilayah lebih rendah dari puncak bendung.
“Kondisi ini harus diperhatikan secara serius karena menyangkut keamanan warga yang tinggal di sekitar kawasan bendung,” ujarnya.
Dalam upaya mengurangi potensi risiko, tim teknis saat ini melakukan langkah mitigasi berupa penyedotan air dari bendung. Cara tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi para ahli guna menurunkan tekanan air yang berada di dalam bendungan.
“Penyedotan air dilakukan untuk mengurangi tekanan agar tidak terus meningkat. Ini merupakan salah satu upaya mitigasi sambil menunggu penanganan lebih lanjut,” kata Dony.
Ia menambahkan, penanganan bendung juga harus tetap memperhatikan keberlangsungan operasional Jalan Tol Cisumdawu yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional.
Karena itu, berbagai pihak terlibat dalam proses penanganan tersebut, mulai dari pengelola tol hingga instansi teknis pemerintah pusat.
Dony menyebutkan, pihak CKJT turut membantu membuka akses menuju lokasi bendung sehingga proses penanganan dapat berjalan lebih mudah. Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menangani aspek teknis sekaligus dukungan pembiayaan.
“Ini merupakan kerja bersama antara pemerintah daerah, pengelola tol, instansi teknis, serta masyarakat,” ujarnya.
Selain langkah teknis, pemerintah daerah juga telah memberikan bantuan kepada warga terdampak, antara lain berupa bantuan tunai dan kebutuhan pokok sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat.
Dony berharap proses penanganan Bendung Cihamerang dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara normal.
“Semoga seluruh upaya yang dilakukan bisa segera memberikan solusi terbaik bagi warga,” kata dia.






