SUMEDANG – Kisah inspiratif datang dari Kampung Cilangok, Desa Tarikolot. Seorang pedagang sayur keliling, Anwar Saefulloh (50), menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk berkarya.
Sehari-hari, Anwar berkeliling dari kampung ke kampung menjajakan sayuran seperti mentimun, kangkung, eceng, dan bayam. Dengan berjalan kaki dan membawa dagangan sederhana, ia memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Di balik aktivitas tersebut, Anwar memiliki bakat seni yang menonjol, khususnya dalam seni kawih Sunda. Ia kerap melantunkan lagu-lagu tradisional saat beristirahat atau berkumpul bersama warga.
Kemampuan Anwar tidak hanya sebatas menyanyikan lagu, tetapi juga menciptakan karya sendiri. Salah satu kawih ciptaannya ia persembahkan untuk Dedi Mulyadi sebagai bentuk apresiasi dan harapan terhadap kepemimpinan di Jawa Barat.
“Ngawih téh jadi panglipur capé sanggeus dagang. Sok aya wae ide nyieun lagu,” tutur Anwar.
Berikut penggalan lirik kawih ciptaannya:
“Kang Dedi nu dipikanyaah, ngaraksa rahayat Jawa Barat,
Ngajaga lembur sangkan raharja, mugi salawasna rahmat…”
Karya tersebut mencerminkan kedekatan budaya lokal dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, sekaligus menjadi media ekspresi yang sarat makna.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Anwar dikenal sebagai pribadi yang ramah dan pekerja keras. Warga juga melihatnya sebagai sosok yang konsisten menjaga semangat dalam menjalani kehidupan.
Bagi Anwar, berdagang adalah kewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidup, sementara seni ngawih menjadi ruang untuk mengekspresikan diri.
Kisah Anwar menjadi contoh bahwa kreativitas dapat tumbuh di mana saja, termasuk dari lingkungan sederhana. Di tengah rutinitas yang penuh tantangan, ia tetap mampu melestarikan budaya sekaligus memberi inspirasi.
Cerita dari Tarikolot ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkarya. Dengan semangat dan ketekunan, keterbatasan dapat diubah menjadi kekuatan.
Kisah pedagang sayur Tarikolot ini pun menjadi pengingat bahwa di balik kehidupan yang sederhana, selalu ada ruang untuk menciptakan sesuatu yang bermakna bagi diri sendiri dan masyarakat.






