SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama jajaran kepolisian dan unsur terkait memperkuat langkah pengamanan menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Berbagai persiapan dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama Lebaran berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa mudik. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri serta instansi lainnya menjadi kunci dalam menciptakan kondisi yang kondusif selama periode Lebaran.
“Seluruh pihak harus bekerja sama untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas silaturahmi selama Idul Fitri,” ujarnya.
Pengamanan Lebaran tahun ini dilaksanakan melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi tersebut melibatkan ratusan ribu personel gabungan dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi pendukung lainnya di seluruh Indonesia.
Secara nasional, dukungan pengamanan juga diperkuat dengan keberadaan ribuan pos pelayanan bagi masyarakat. Pos tersebut berfungsi memberikan layanan informasi, pengamanan, serta bantuan bagi para pemudik yang melintas di berbagai jalur utama.
Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan bahan bakar selama periode Lebaran.
Pemantauan distribusi logistik dilakukan untuk mencegah kelangkaan maupun lonjakan harga di pasaran.
“Ketersediaan bahan pokok dan distribusinya harus dipastikan tetap lancar. Masyarakat juga diharapkan dapat memanfaatkan layanan call center 110 jika membutuhkan bantuan selama perjalanan,” kata Dony.
Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo menambahkan, pengamanan Lebaran tidak hanya berfokus pada arus mudik, tetapi juga aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Menurutnya, mobilitas warga biasanya meningkat tidak hanya untuk pulang kampung, tetapi juga untuk bersilaturahmi dengan keluarga.
“Pergerakan masyarakat pada momen Lebaran cukup tinggi, sehingga pengamanan harus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh kegiatan dapat berlangsung aman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pengendara untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi menjaga keselamatan selama perjalanan. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan kembali ke tempat aktivitasnya tanpa mengalami kendala.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kita berharap seluruh pemudik dapat merayakan Lebaran dengan bahagia dan kembali dengan selamat,” katanya.






