Berita  

Operasi Patuh Lodaya 2024 Pekan Pertama, Pelanggar Lalu Lintas Diklaim Menurun

BANDUNG – Satlantas Polresta Bandung mengklaim pelanggar lalu lintas di wilayah hukumnya mengalami penurunan memasuki pekan pertama Operasi Patuh Lodaya 2024.

Kepala Satlantas Polresta Bandung Kompol Galih Apria mengatakan penurunan jumlah pelanggar lalu lintas dibanding periode lalu karena operasi kali ini fokus pada edukasi

“Operasi Patuh Lodaya 2024, juga lebih ke tindakan preemtif serta preventif yang lebih dikedepankan oleh petugas terutama dari Satlantas Polresta Bandung,” ungkap Galih.

Bersama Satbinmas Polresta Bandung, kata Galih, jajarannya gencar mengedukasi pengendara baik melalui media sosial, media massa, dan langsung di lapangan.

Ini Baca Juga :  Pastikan Penyaluran Listrik Aman di Bulan Ramadan, PLN UP3 Sumedang Giatkan GKONS

“Langkah edukasi hingga tindakan preemtif serta preventif ini untuk meminimalisir juga terjadinya kecelakaan dan fatalitas korban oleh para pelanggar lalu lintas,” ucap Galih.

Galih menilai tingkat kesadaran masyarakat berlalu lintas meningkat signifikan. Meski tidak dirinci gamblang, Galih memastikan jumlah pelanggar lalu lintas memang turun.

“Laporan sementara yang terekam kamera ETLE maupun terlihat secara kasat mata pelanggar lalu lintas pekan pertama Operasi Patuh Lodaya 2024 menurun,” tuturnya.

Meski begitu, Galih mengakui, berkendara tanpa menggunakan helm, masih menjadi pelanggaran lalu lintas yang kerap dilakukan masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung.

Ini Baca Juga :  Perlintasan Liar Ditemukan di Petak Jalan Stasiun Cimekar-Rancaekek

“Saat sore hari terutama, dengan alasan untuk keluar rumah sebentar atau karena jaraknya dekat, masyarakat terpantau masih abai untuk menggunakan helm,” katanya.

“Kami ingatkan lagi masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, tidak hanya saat ada operasi. Ini demi keamanan dan juga keselamatan,” ungkap Galih menambahkan.