Musim Hujan Wabah DBD Ancam Warga, Berikut Penanggulangannya

  • Bagikan
FOGGING
FOGGING: Pemerintah Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor saat melaksanakan fogging mencegah penyebaran DBD.

INISUMEDANG.COM – Memasuki musim penghujan, wabah penyakit DBD bisa menyerang siapa saja. Penyakit endemi ini pun bisa muncul kapan saja. Lantas, bagaimana cara penanggulangan dan pencegahan DBD ini? Berikut ulasannya.

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue. Gejala DBD yang terlambat dikenali dan diobati dapat mengakibatkan perdarahan dalam berbahaya. Maka dari itu, butuh upaya pencegahan demam berdarah atau DBD dari diri sendiri dan orang di sekitar rumah agar penyakit ini tidak semakin menyebar luas.

Mungkin Anda sendiri sudah sangat familiar dengan slogan pencegahan demam berdarah (DBD) yang berbunyi 3M: menguras, menutup, dan mengubur. Namun, prinsip penanggulangan dan pencegahan DBD bukan cuma itu.

Menurut dokter ahli penyakit menular, dr. Tania Savitri cara yang paling utama adalah dengan memastikan Anda tidak digigit nyamuk Aedes aegypti untuk menghindari penularan demam berdarah. Ini bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap bersih, juga menggunakan penangkal nyamuk agar tidak berkembang biak di rumah.

Genangan air merupakan tempat bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Nyamuk betina pertama-tama akan bertelur pada dinding bak yang terisi air. Larva nyamuk yang menetas dari telur kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme di sekitarnya.

Seiring waktu, larva nyamuk akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Keseluruhan siklus ini berlangsung selama 8–10 hari dalam suhu ruang.

Menguras dan Membersihkan Bak mandi Seminggu Sekali sebagai Pencegahan DBD

“Maka dari itu, menguras dan membersihkan bak mandi minimal seminggu sekali adalah cara pencegahan DBD yang paling utama. Kebiasaan ini dapat membasmi nyamuk Aedes aegypti serta memutus rantai penularan demam berdarah,” ujarnya.

Kedua, memasang kasa dan kelambu nyamuk. Cara ini dilakukan di ventilasi ventilasi rumah dan kamar. Jangan sampai nyamuk dewasa leluasa masuk rumah kita tanpa kita sadari.

“Kemudian jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama. Karena nyamuk sangat suka berkembang biak di tempat tempat gelap dan hangat,” ujarnya.

Bila terlanjur ada nyamuk, gunakan lotion atau krim antinyamuk. Gunakan pakaian tertutup saat keluar rumah. Dan cara terakhir bisa dilakukan Fogging atau pengasapan, karena fogging sebenarnya untuk mematikan nyamuk dewasa bukan bintik nyamuk.

“Jangan hanya berhenti sampai di kamar mandi. Anda juga perlu menguras dan membersihkan berbagai wadah lain di rumah yang menampung air untuk mencegah demam berdarah. Perabotan seperti baskom, kaleng, vas atau pot bunga, ember, dan lain sebagainya dapat menjadi sarang bagi nyamuk jika tidak rajin dikuras,” paparnya.

Biasakanlah menguras wadah-wadah air tersebut setidaknya dua kali seminggu sebagai langkah pencegahan demam berdarah di rumah. Setelah itu, tutup rapat wadah yang kemungkinan bisa menjadi sarang nyamuk

  • Bagikan