Merinding! Begini Cerita Supir Ambulance Saat Melintas di Jalan Cadas Pangeran Sumedang

Pengalaman mencekam sopir ambulance
Tugu Cadas Pangeran Sumedang

INISUMEDANG.COM – Pengalaman pahit dan mencekam dirasakan seorang sopir ambulance. Setelah mengantarkan jenazah dari salah satu rumah sakit di Bandung ke kota Sumedang.

Pengalaman mengerikan yang tak terlupakan itu, dialaminya ketika akan pulang menuju Bandung melintasi jalan Cadas Pangeran.

“Peritiwa dan pengalaman mencekam dan mengerikan itu terjadi pada tahun 2014, dialami oleh supir ambulane pa Dede Suhendar dari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Kala itu, ketika dirinya harus mengantarkan jenazah dari salah satu rumah sakit di Bandung untuk diantarkan ke Kota Sumedang”. Kata Yudie seorang host dari laman YouTube Malam Mencekam yang diunggah setahun yang lalu dengan judul “Kisah Sopir Jenazah Warung Gaib Di Cadas Pangeran”.

Pa Dede Suhendar, kata Yudie, telah menjalani profesinya menjadi sopir ambulan lebih dari 10 tahun di salah satu Dinas Sosial di Jawa Barat. Menjadi sopir jenazah tidak sembarang orang yang bisa menjalaninya, karena diperlukan keberanian yang tinggi dan mental yang kuat.

“Kali ini, yang dialami Pa Dede Suhendar sangat berbeda seperti biasanya. Ketika pulang ke Bandung dan melintasi jalan Cadas Pangeran Sumedang terjadilah pengalaman yang luar biasa. Hingga mencucurkan keringat dingin dan gemetaran saat melintasi jalan Cadas Pangeran yang berkelok kelok menelusuri hutan Cadas tersebut,” tutur Yudie mengisahkan.

Selain berkeloknya jalan Cadas Pangeran, lanjut Yudie, ditambah lagi dengan dinginnya angin dan sepinya kendaraan yang melintas. Sesekali berpapasan dengan kendaraan lain dan gelapnya jalan karena kurangnya penerangan. Jam pun menunjukkan pada waktu itu pukul 01.30 WIB tengah malam menambah suasana makin menegangkan dan mencekam karena di mobil hanya seorang diri.

Memasuki Jalan Cadas Pangeran

“Kata pa Dede, firasat tidak enak hati sudah dirasakan ketika sebelum memasuki jalan Cadas Pangeran. Namun hal itu diabaikannya karena mengingat waktu sudah tengah malam dan ingin segera sampai ke Bandung. Tetapi ketika telah memasuki jalan Cadas Pangeran perasaan tidak enak hati makin menjadi,” ujarnya bercerita.

Hingga akhirnya, sambung Yudie, terjadilah peristiwa mencekam itu menjadi kenyataan. Awal mula mendengar suara tangisan lirih yang memilukan seperti dari kejauhan. Anehnya, didalam keadaan mobil melaju kenapa juga ada suara tangisan yang memilukan tersebut.

“Suara tangisan lirih dari kejauhan terdengar seperti menyakitkan sekali. Lama kelamaan suara tersebut makin mendekat, dan akhirnya seperti ada di belakang jok mobil. Sontak kaget ketika terlihat di kaca spion dalam mobil terlihat seorang perempuan berbaju merah dan berlumuran darah dengan rambut panjang acak acakan serta wajah di tutupi kedua telapak tangannya,” ungkap Yudie mengisahkan.

Yang makin mencekam dan menegangkan, kata Yudie, setelah melihat kaca Spion mobil kembali. Ternyata sosok itu telah hilang, sedikit lega dan bersyukur, belum juga kelegaan hati dan fikiran menjadi tenang. Tiba tiba, suara tangisan itu muncul kembali tepat terdengar dengan jelas di samping telinga kiri. Artinya mahluk itu ada di samping kiri dan telah berpindah dari belakang jok pindah ke depan di samping pa Dede Suhendar.

Mahluk Halus Duduk Disamping

“Seketika mobil ambulance dihentikan, dan melihat ke samping kiri. Dan ternyata memang benar mahluk berbaju merah dan berlumuran darah itu telah ada di samping pa Dede. Mahkluk itu tampak sedang duduk kaku, sedikit rambutnya menutupi wajah dengan sorot mata yang sayu tanpa ada ekspresi memandang jalan,” ucap Yudie menceritakan pengalaman pa Dede.

Rasa takut dan gemetaran makin menjadi yang dirasakan pa Dede, kali ini, rasa takut itu benar benar sangat mencekam. Bagaimana tidak, sosok tersebut sangat jelas sekali terlihat oleh mata dan terdengar jelas oleh telinga. Tanpa pikir panjang lagi pa Dede langsung keluar dari dalam mobil yang dihentikannya di sisi tebing jalan Cadas Pangeran.

“Pa Dede keluar dari mobil dan berlari, belum jauh berlari dari mobilnya, terlihat ada lampu sepertinya sebuah warung. Dan pa Dede menghampiri warung itu, lalu berdiam di depan warung kecil yang masih buka dengan napas yang ngos ngosan. Waktu itu, Dede melihat ada seorang bapak bapak yang memandang kaku kepadanya, dan bapak tersebut menghampiri pa Dede,” ujar Yudie.

Masih kata Yudie, bapak tersebut menghampiri Dede dan menanyakan apa yang telah terjadi. Waktu itu, Dede menjelaskan bila dirinya tengah diganggu oleh mahluk halus yang menyeramkan.

“Si bapak itu memandang mobil, lalu dengan santainya berjalan menghampiri mobil. Pa Dede hanya bisa memandang dari kejauhan, bapak itu terlihat sedang berkomunikasi dengan hantu berbaju merah yang berlumuran darah tersebut,” Kata Yudie dalam ceritanya.

Setelah beberapa lama dan terlihat berkomunikasi, tiba tiba, hantu itu menghilang begitu saja, pa Dede jelas merasa lega melihat kejadian tersebut. Karena seumur hidupnya baru mengalami hal yang sangat mencekam.

“Bapak itu mengisahkan bahwa sosok perempuan berbaju merah itu kerap kali menampakkan diri. Dan konon katanya bahwa dulu ada pembunuhan dan jasadnya dibuang ke jurang wilayah tersebut,” kata Yudie mengakhiri ceritanya.