Banner Iklan bjb

Mengkhawatirkan! Divonis Komplikasi Diabetes Pria di Cimalaka Sumedang Ini Butuh Uluran Tangan

Komplikasi Diabetes
Ajat Sudrajat (51) pria paruh baya asal Dusun Hegarsari RT 04 RW 04 Désa Mandalaherang Kecamatan Cimalaka Kabupatén Sumedang ini hanya pasrah meratapi setelah divonis penyakit komplikasi Diabetes dan paru-paru basah.

INISUMEDANG.COM – Hampir satu tahun lebih Ajat Sudrajat (51) pria paruh baya asal Dusun Hegarsari RT 04 RW 04 Désa Mandalaherang Kecamatan Cimalaka Kabupatén Sumedang ini hanya pasrah meratapi nasibnya sejak penyakit komplikasi diabetes, Jantung dan Paru-paru basah menyerang dirinya

“Sudah genap satu tahun ini, suami saya tidak bisa bekerja lagi di proyek, karena penyakit komplikasi diabetes, Jantung dan Paru-paru basah yang dideritanya. Semasa masih sehat, suami saya biasa bekerja di proyek, namun setelah sakit seperti ini. Suami saya hanya bisa tiduran, sesekali terbangun, duduk saja dikursi tanpa banyak bicara karena sesak dan mudah capek”. Kata Nina Hartini (43) Istri dari Ajat Sudrajat kepada IniSumedang.Com 27 Desember 2022 di kediamannya.

Sebelumnya, kata Nina, pada tahun 2021 lalu, suaminya tersebut masih bisa bekerja, hanya saja sering ngeluh tapi tidak dirasakannya. Bahkan, di bulan Januari 2022 lalu, suaminya itu mengalami muntah darah kental. Setelah dicek ke Puskesmas bulan selanjutnya dinyatakan mengidap penyakit paru paru basah.

“Suami saya punya riwayat penyakit diabetes. Dan setelah dirontgen di Puskesmas Cimalaka, di situ ketahuan bahwa suami saya memiliki penyakit
paru-paru basah dan Jantung lalu TB,” ujar Nina sambil tak henti hentinya menangis.

Nina mengaku pasrah ketika pegawai Puskesmas mengatakan bahwa suaminya itu harus dirujuk ke Rumah sakit.

Suami Sakit Komplikasi Diabetes, Jantung dan Paru-paru Basah Istri Pasrah dan Butuh Uluran Tangan

“Jangankan untuk berobat ke Rumah sakit, dengan bisa bertahan hidup pun masih bersyukur. Pasalnya, sejak suaminya sakit, tidak ada pemasukan untuk biaya hidup sehari hari,” ujarnya.

“Tidak ada biaya untuk berobat ke rumah sakit, meski mempunyai kartu BPJS kesehatan berbayar itupun sudah tidak aktif karena sudah lama sekali tidak dibayar. Akhirnya ada yang menyarankan untuk ke Desa Mandalaherang, untuk di pindahkan ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Setelah menunggu dua bulan, barulah keluar JKN yang asalnya tidak bisa diproses setelah membawa saudara saya, baru bisa dibantu oleh pihak desa,” tambah Nina sambil terisak Isak.

Nina menuturkan, dirinya sudah memiliki dua orang putri, yang satu sudah lulus SMA, dan yang satu lagi masih sekolah. Dirinya benar benar bingung, harus berbuat apa, kondisi suaminya tersebut kini badannya mulai pada bengkak, ditambah kakinya pun bengkak. Padahal makananpun sangat dijaga sesuai anjuran bidan di Puskesmas.

“Saya tidak bisa bicara apa-apa lagi, kondisi keluarga saya saat ini benar benar sedang terpuruk, untuk berobat tidak ada biaya, kalaupun suami saya harus dirawat, bagaimana dengan biaya sehari harinya, lalu bagimana juga obat diluar yang gratis, tidak ada untuk menebusnya atau membayarnya. Saya benar-benar meminta pertolongan, agar suami saya bisa ditangani oleh medis secara baik, apalagi sekarang kakinya sudah pada bengkak bengkak,” tuturnya berharap.

Selain kedua kaki suaminya yang bengkak, tambah Nina, ditambah lagi penyakit paru paru basah. Dan menurut Puskesmas Cimalaka, kalau tetap saja dibiarkan. Maka tidak ada hal yang tidak mungkin, suaminya cepat ataupun lambat akan selalu cuci darah.

“Sebelum hal yang tidak mungkin terjadi, maka, sekali lagi saya memohon bantuannya, agar suaminya itu bisa langsung ditangani oleh tim medis. Jujur saja, saya bingung harus berbuat apa. Sementara, saya sendiripun hanya sebagai ibu rumah tangga tidak memiliki penghasilan apa apa,” tandasnya.