IniSumedang.Com – Kabar kurang menggembirakan datang bagi Inter Milan. Kapten sekaligus penyerang utama mereka, Lautaro Martinez, dipastikan menepi setidaknya selama satu bulan akibat cedera otot.
Lautaro mengalami masalah fisik usai laga tandang menghadapi Bodo/Glimt pada babak playoff Liga Champions, tengah pekan lalu. Pertandingan tersebut menyisakan konsekuensi serius bagi lini depan Nerazzurri.
Mengutip laporan jurnalis Italia Daniele Mari, striker asal Argentina itu telah menjalani serangkaian pemeriksaan medis pada Jumat waktu setempat.
“Setelah tes di Istituto Humanitas, Rozzano, Lautaro mengalami cedera otot cukup serius.”
“Hasil pemeriksaan menunjukkan, adanya gangguan otot pada bagian soleus kaki kiri,” ungkap Mari, Sabtu (21/2/2026).
Cedera Soleus dan Dampaknya
Otot soleus merupakan bagian penting dari sistem otot betis yang berperan dalam stabilitas dan dorongan saat berlari. Gangguan pada area ini sering membutuhkan waktu pemulihan yang tidak singkat, terutama bagi pemain yang mengandalkan mobilitas dan akselerasi tinggi seperti Lautaro.
Cedera tersebut membuat Lautaro harus menjalani program rehabilitasi intensif sebelum kembali memperkuat Inter. Masa pemulihan diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan, tergantung respons tubuh terhadap terapi dan latihan pemulihan.
Inter menyatakan akan melakukan evaluasi lanjutan dalam sepekan ke depan untuk memantau perkembangan kondisi sang kapten. Tim medis bersama staf pelatih kini fokus memastikan proses penyembuhan berjalan optimal.
Tantangan bagi Lini Serang Inter
Absennya Lautaro menjadi tantangan signifikan bagi Inter Milan. Musim ini, ia memegang peran sentral sebagai ujung tombak sekaligus pemimpin di lapangan.
Kontribusinya tidak hanya terlihat dari produktivitas gol, tetapi juga dari pergerakan tanpa bola dan kemampuannya membuka ruang bagi rekan setim. Kehilangan figur sentral seperti Lautaro memaksa pelatih melakukan penyesuaian taktik.
Inter masih harus menjalani agenda padat, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Leg kedua Liga Champions melawan Bodo/Glimt menjadi salah satu laga krusial yang kemungkinan besar harus dijalani tanpa sang kapten.
“Tim medis dan staf pelatih, kini akan memantau proses rehabilitasi dengan harapan sang bomber bisa kembali dalam kondisi terbaiknya,” ucap Mari.
Evaluasi dan Harapan Kembali Cepat
Cedera otot memang kerap menjadi risiko dalam fase kompetisi yang padat. Intensitas pertandingan dan minimnya waktu pemulihan meningkatkan potensi gangguan fisik.
Inter berharap evaluasi pekan depan menunjukkan perkembangan positif. Target utama klub bukan hanya mempercepat kembalinya Lautaro, tetapi memastikan ia pulih sepenuhnya agar tidak mengalami cedera kambuhan.
Bagi Inter, kehilangan Lautaro selama sebulan berarti harus mengandalkan kedalaman skuad dan kreativitas lini tengah untuk menjaga daya serang tetap stabil. Situasi ini juga menjadi ujian bagi karakter tim dalam menghadapi tekanan.
Cedera Lautaro Martinez datang pada momen krusial musim ini. Namun Inter berupaya menjaga optimisme, sembari menunggu sang kapten pulih dan kembali memimpin Nerazzurri di lapangan.





