BOLA, Inisumedang.com – Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, melontarkan kritik terbuka kepada FIFA menyusul cedera yang dialami winger andalan mereka, Raphinha. Insiden itu terjadi saat pemain asal Brasil tersebut membela tim nasionalnya dalam laga uji coba internasional.
Raphinha cedera saat memperkuat Timnas Brasil dalam pertandingan melawan Timnas Prancis pada 27 Maret 2026. Laga tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Piala Dunia 2026.
Mengutip pernyataan yang disampaikan melalui akun X jurnalis Fabrizio Romano, Laporta menyayangkan insiden tersebut. Ia menilai cedera itu tidak seharusnya terjadi, terlebih dalam pertandingan yang tidak bersifat kompetitif.
Laporta menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kalender pertandingan internasional yang dinilai semakin padat. Menurut dia, kondisi ini berisiko tinggi bagi para pemain yang juga memiliki tanggung jawab besar di level klub.
“Cedera Raphinha, sangat disayangkan. FIFA harus menyusun kalender dengan mempertimbangkan bahwa para pemain ini juga bermain untuk klub-klub besar,” ujar Laporta, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan, kepadatan jadwal menjadi persoalan utama yang perlu segera ditangani. Situasi tersebut, kata dia, semakin merugikan klub karena terjadi di fase krusial musim.
Barcelona saat ini tengah bersaing di sejumlah kompetisi domestik maupun Eropa. Kehilangan pemain kunci seperti Raphinha dalam periode penting dinilai dapat memengaruhi performa tim secara keseluruhan.
Laporta menyebut, absennya pemain inti akibat laga nonkompetitif merupakan kerugian yang signifikan. Ia menilai klub berada dalam posisi yang sulit karena harus menanggung dampak dari agenda internasional.
Meski demikian, Laporta menegaskan bahwa para pemain tidak layak dijadikan pihak yang disalahkan dalam situasi ini. Ia memahami profesionalisme para pemain yang tetap memberikan performa maksimal saat membela negara.
“Anda tidak bisa menyalahkan pemain. Mereka profesional, dan selalu memberikan segalanya untuk tim nasional.”
“Masalah utamanya, jadwal yang terlalu padat. Apalagi, di momen ketika kami sedang berjuang untuk segalanya. Ini sangat membuat frustrasi,” ucap Laporta.
Di sisi lain, kondisi Raphinha kini menjadi perhatian serius bagi Barcelona. Peran pemain tersebut dinilai sangat vital dalam skema permainan yang diterapkan pelatih Hansi Flick sepanjang musim ini.
Absennya Raphinha berpotensi memengaruhi keseimbangan lini serang tim. Barcelona harus mencari alternatif strategi untuk menjaga konsistensi performa di tengah jadwal yang padat.
Berdasarkan laporan awal, Raphinha diperkirakan harus menepi setidaknya selama satu bulan akibat cedera yang dialaminya. Tim medis klub saat ini terus memantau perkembangan kondisi pemain tersebut.
Kasus cedera Raphinha kembali memunculkan perdebatan lama terkait benturan kepentingan antara agenda klub dan tim nasional. Dalam konteks ini, Barcelona menegaskan pentingnya keseimbangan dalam penyusunan jadwal agar tidak merugikan semua pihak.
Di akhir pernyataannya, Laporta kembali menekankan perlunya langkah konkret dari FIFA. Ia berharap otoritas sepak bola dunia itu dapat mempertimbangkan aspek kebugaran pemain dalam merancang kalender pertandingan ke depan.
Isu Raphinha cedera pun kini menjadi sorotan, tidak hanya bagi Barcelona, tetapi juga dalam diskursus yang lebih luas mengenai tata kelola kompetisi sepak bola global.






