INISUMEDANG.COM – Laporta kritik FIFA setelah Raphinha cedera saat membela Brasil menjadi sorotan publik sepak bola dunia.
Presiden Barcelona, Joan Laporta, melontarkan kritik keras kepada FIFA setelah winger andalan mereka, Raphinha, mengalami cedera saat membela Timnas Brasil dalam laga uji coba internasional.
Raphinha mengalami cedera ketika Brasil menghadapi Prancis pada 27 Maret 2026. Pertandingan tersebut merupakan bagian dari agenda internasional yang digelar menjelang persiapan turnamen besar dunia.
Cedera yang dialami pemain Barcelona itu membuatnya diperkirakan harus menepi selama beberapa pekan. Kondisi ini tentu menjadi kerugian besar bagi klub, mengingat Raphinha merupakan salah satu pemain kunci di lini serang Blaugrana musim ini.
Jadwal Padat FIFA Jadi Sorotan
Laporta menilai jadwal pertandingan internasional yang disusun FIFA terlalu padat dan berisiko tinggi terhadap kondisi fisik pemain. Ia menegaskan bahwa klub menjadi pihak yang paling dirugikan ketika pemain mengalami cedera saat membela negara.
Menurutnya, FIFA perlu mengevaluasi kembali kalender pertandingan agar tidak membebani pemain secara berlebihan. Jadwal yang terlalu rapat dinilai meningkatkan potensi cedera, terutama bagi pemain yang tampil rutin bersama klub dan tim nasional.
Situasi ini bukan pertama kali terjadi. Sejumlah klub top Eropa sebelumnya juga mengeluhkan padatnya jadwal internasional yang berdampak langsung terhadap performa pemain di level klub.
Raphinha Absen, Barcelona Kena Dampak
Absennya Raphinha menjadi pukulan bagi Barcelona yang tengah bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa. Peran pemain asal Brasil itu cukup vital dalam skema permainan tim musim ini.
Cedera Raphinha juga menambah daftar pemain yang harus menepi akibat jadwal padat, sehingga rotasi pemain menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih Barcelona.
👉 Baca juga:
- Barcelona Mulai Dekati Bastoni, Inter Belum Tentukan Harga
- Cedera Lutut Menghantui Pemain Belakang Leeds United, Djed Spence
Desakan Evaluasi Kalender Internasional
Laporta berharap FIFA dapat lebih memperhatikan keseimbangan antara kepentingan tim nasional dan klub. Ia menilai perlindungan terhadap pemain harus menjadi prioritas utama dalam penyusunan kalender pertandingan.
Jika tidak ada perubahan, risiko cedera akan terus meningkat dan merugikan banyak pihak, terutama klub yang menggaji pemain sepanjang musim.
Kasus cedera Raphinha ini kembali menjadi pengingat bahwa jadwal padat sepak bola modern membutuhkan solusi yang lebih adil bagi semua pihak, baik klub, pemain, maupun federasi.






