Keluhan MBG di Sumedang Menurun, Pemkab Siapkan Pengawasan Berbasis AI

Foto: Istimewa

SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengandalkan keterbukaan informasi dan teknologi digital. Langkah ini ditempuh untuk menjaga mutu makanan sekaligus memastikan layanan gizi bagi masyarakat berjalan sesuai standar.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, pelaksanaan MBG terus mengalami perbaikan, mulai dari kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tenaga pelaksana, hingga kualitas makanan. Perkembangan tersebut turut terlihat dari berkurangnya keluhan masyarakat, meski program telah menjangkau lebih dari 300 ribu penerima manfaat.

Hal itu disampaikan Dony saat meninjau uji coba sistem shokuiku atau penyajian makanan secara prasmanan di MTs Muhammadiyah Tanjungsari, Senin (12/10/2026).

Menurut Dony, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemeriksaan di lapangan. Pemkab Sumedang juga mendorong masyarakat ikut memantau melalui platform mbg.sumedangkab.go.id.

Melalui platform tersebut, dapur SPPG dan sekolah penerima manfaat diwajibkan mengunggah dokumentasi menu harian beserta informasi kalori dan kandungan gizinya. Dengan demikian, orang tua dapat mengetahui makanan yang diterima anak sekaligus ikut mengawasi kualitas layanan.

Pemkab juga berencana mengembangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada platform tersebut. Teknologi ini nantinya akan membantu membandingkan laporan kandungan gizi dari SPPG dengan informasi menu yang diterima sekolah serta ketentuan yang berlaku.

“Dengan sistem ini, Satgas akan lebih mudah mengidentifikasi hal-hal yang perlu dievaluasi dan menentukan langkah tindak lanjut di lapangan,” ujar Dony.

Ia menegaskan, pengawasan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satgas MBG Kabupaten Sumedang akan terus diperkuat agar setiap dapur memenuhi standar operasional dan menyajikan makanan sesuai ketentuan.

Dony menilai, MBG bukan sekadar program pembagian makanan, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi anak, balita, dan ibu hamil, termasuk mendukung pencegahan stunting.

Keterbukaan data dan pemanfaatan teknologi diharapkan membuat pengawasan lebih terukur, mendorong persaingan sehat antardapur SPPG, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut.