SUMEDANG – Kehadiran objek wisata Lalagoon Waterpark di kawasan Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dinilai membawa dampak positif sekaligus menimbulkan sejumlah persoalan bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut disampaikan Ketua RW 06 RT 03 Desa Cikeruh, Arief Saripudin.
Menurut Arief, secara umum keberadaan waterpark tersebut memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam penyerapan tenaga kerja serta meningkatnya kunjungan wisata ke wilayah setempat.
“Memang ada dampak positif, salah satunya penyerapan tenaga kerja karena banyak warga kami yang bekerja di sana. Selain itu dari sisi destinasi wisata, orang-orang dari luar daerah juga jadi datang berkunjung ke wilayah kami,” ujar Arief.
Namun demikian, ia menilai pengelolaan Lalagoon Waterpark belum dipersiapkan secara matang, sehingga menimbulkan sejumlah persoalan di lingkungan sekitar.
Salah satu kendala yang dirasakan masyarakat adalah masalah lalu lintas. Arief menjelaskan, sejak masa trial opening pada 18 hingga 31 Maret, kemacetan kerap terjadi di Jalan Kolonel Ahmad Syam.
“Pada saat trial opening, manajemen terlihat kewalahan mengatur parkir sehingga terjadi kemacetan. Untuk sementara jalan di depan kantor desa digunakan sebagai lahan parkir. Pihak desa sebenarnya hanya mengizinkan satu hari saja, namun faktanya sampai 11 hari lahan tersebut masih digunakan,” katanya.
Selain itu, kata Arief, tidak semua warga sekitar dapat terserap sebagai tenaga kerja di waterpark tersebut karena adanya persyaratan dan kualifikasi tertentu.
Ia juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya terkait penggunaan air tanah. Menurutnya, pengelola dilaporkan memiliki izin penggunaan air dari dua titik sumur Sibel, namun hal tersebut tetap menjadi perhatian warga.
Permasalahan lain yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah. Arief menjelaskan, pihak RW tidak mengelola sampah dari kawasan wisata tersebut dan sepenuhnya diserahkan kepada pengelola.
“Apakah nanti sampahnya akan ditarik oleh KPSJ yang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup atau bagaimana, itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengelola,” ujarnya.
Di sisi lain, Arief yang juga merupakan pelaku seni berharap ke depan pengelola Lalagoon Waterpark dapat menjalin kolaborasi dengan para pelaku seni lokal agar keberadaan destinasi wisata tersebut juga dapat mengembangkan potensi budaya setempat.
Ia berharap kehadiran Lalagoon Waterpark tidak hanya membawa nama Desa Cikeruh sebagai tujuan wisata, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan keberadaan waterpark ini bisa benar-benar berdampak positif bagi lingkungan sekitar, tidak hanya membawa wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberdayakan pemuda serta UMKM di sekitar,” tuturnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen atau pengelola Lalagoon Waterpark belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai hal yang disampaikan masyarakat.






