Kasus Melandai, BOR Rumah Sakit Covid-19 di Sumedang 0,00 Persen

  • Bagikan
Kasus Melandai
Dr. Iwa Kuswaeri, MM, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sumedang,

INISUMEDANG.COM – Kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sumedang terus mengalami penurunan yang signifikan sejak beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Sumedang, total kasus mencapai 8.879 kasus, dengan rincian dirawat/diisolasi sebanyak 84 orang (0,95 %) yaitu 0 dirawat (0
di RSUD, 0 di Fasyankes luar Sumedang), 84 isolasi mandiri, Sembuh atau selesai Isolasi 8.479 orang (95,50%), meninggal dunia 316 orang (3,56%).

Melandainya kasus tersebut berdampak pada Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Sumedang mencapai 0,00 persen.

Ketua Bidang Komunikasi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri mengatakan, penurunan jumlah kasus positif Covid-19 di Sumedang yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini membuat jumlah BOR yang terpakai di Rumah Sakit rujukan 0,00 persen.

“Keterisian BOR di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumedang terus mengalami penurunan. Bahkan berdasarkan data kami pada hari ini mencapai 0,00 persen. Dari jumlah tempat tidur yang kami sediakan yaitu 124 bad,” kata Iwa saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Kamis (16/9/2021) malam.

Walaupun hari ini terjadi penambahan kasus sebanyak 16 orang terkonfirmasi positif baru, kata Iwa, karena kondisi mereka baik dan tidak memerlukan perawatan, maka mereka menjalani isolasi mandiri.

“Hari ini ada penambahan 16 kasus baru, dan ada juga 12 orang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani Isolasi,” ujar Iwa.

Lebih lanjut Iwa menuturkan, salah satu faktor menurunnya kasus Covid-19 di Kab. Sumedang, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat akan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Hal itu dapat dilihat dari jumlah pelanggaran dari operasi yang dilaksanakan oleh Tim Gabungan penegakan disiplin (Gakkumlin) Satgas Covid-19 yang mencapai Nol persen.

Sementara itu, kata Iwa, sejak pandemi Covid-19 melanda, Satgas Sumedang telah memeriksa sebanyak 28.680 spesimen PCR, yaitu di 24.397 di Dinas Kesehatan dan 4.283 orang di RSUD Sumedang 4.283 orang.

“Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar Covid-19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction (PCR) atau SWAB. Kemudian, pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif Covid-19. Namun, pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol
pemulasaraan pasien Covid-19 dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar Covid-19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan ternyata positif Covid-19,” ujar Iwa.

Iwa menambahkan, walaupun kasus Covid-19 terus melandai dan masuk zona kuning, tetapi Sumedang masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

“Kasus di Sumedang sebenarnya sudah terus melandai, namun pemerintah pusat memutuskan Sumedang harus melaksanakan PPKM level 3. Hal itu karena Sumedang masuk Aglomerasi Bandung Raya, yaitu wilayah kota/kabupaten di kawasan Bandung Raya yang lokasinya saling berdekatan,” kata Iwa.

  • Bagikan