TURIN — Juventus harus puas berbagi poin setelah ditahan Sassuolo dengan skor 1-1 pada pekan ke-30 Serie A musim 2025/2026. Hasil ini memunculkan sorotan terhadap efektivitas permainan tuan rumah yang tampil dominan namun gagal meraih kemenangan.
Juventus sempat unggul lebih dulu melalui gol Kenan Yildiz pada menit ke-14. Namun, Sassuolo mampu menyamakan kedudukan lewat gol Andrea Pinamonti pada menit ke-52.
Hernanes Soroti Performa Tanpa Hasil
Mantan pemain Juventus, Hernanes, menilai pertandingan tersebut menjadi contoh bahwa permainan dominan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.
“Melihat Juventus bermain bagus tapi tidak menang melawan Sassuolo, saya jadi paham maksud Allegri. AC Milan bisa tampil buruk di babak pertama, tapi tetap menang,” ujarnya, dikutip dari laporan Nicolo Schira, Minggu, 22 Maret 2026.
Komentar tersebut merujuk pada pentingnya efektivitas dalam memanfaatkan peluang, bukan sekadar dominasi permainan.
Sassuolo Tuntut Pengakuan
Di sisi lain, penyerang Sassuolo Domenico Berardi menegaskan timnya layak mendapatkan respek atas hasil tersebut.
“Kami datang ke sini, untuk menghadapi tim besar seperti Juventus. Tapi di luar sana banyak yang meremehkan kami, menyebut ‘Scansuolo’ dan tim tanpa tujuan. Malam ini, kami sudah menunjukkan siapa kami. Kami pantas dihormati,” tegas Berardi.
Hasil imbang ini menunjukkan kemampuan Sassuolo untuk bersaing menghadapi tim papan atas.
Spalletti Soroti Keputusan Pemain
Pelatih Juventus Luciano Spalletti menyoroti sejumlah momen penting dalam pertandingan, termasuk kegagalan penalti yang menjadi salah satu faktor hilangnya peluang kemenangan.
Ia menjelaskan bahwa Manuel Locatelli sebenarnya telah siap menjadi eksekutor.
“Saya sudah berbicara dengan Locatelli. Dia ingin mengambilnya, dan saya memberinya kebebasan karena dia memang penendang utama,” jelas Spalletti.
Selain itu, Spalletti juga menyinggung keputusan yang kurang tepat dari Francisco Conceicao meski pemain tersebut turut berperan dalam proses gol Juventus.
Kurang Tajam di Area Akhir
Spalletti menilai timnya memiliki cukup banyak peluang untuk mengunci kemenangan. Namun, kurangnya ketajaman dalam pengambilan keputusan menjadi kendala utama.
“Kami masuk ke area lawan hingga 10 kali, tetapi kurang matang dalam pengambilan keputusan. Ada banyak situasi yang seharusnya bisa dimaksimalkan,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Juventus masih perlu meningkatkan efektivitas di lini serang.
Fokus Bangkit di Laga Berikutnya
Meski hasil ini mengecewakan, Spalletti meminta timnya segera bangkit dan fokus pada pertandingan selanjutnya.
“Kami sangat terpukul dengan hasil ini, tapi harus menerimanya. Masih ada waktu untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Hasil imbang ini menjadi pengingat bahwa dominasi permainan harus diimbangi dengan penyelesaian akhir yang efektif, jika ingin menjaga peluang bersaing di papan atas Serie A musim ini.






