Jatinangor Sumedang Dipacu Jadi Episentrum Pertumbuhan, Jalan, Hunian, dan UMKM Jadi Prioritas

Foto: Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir

SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang mempertegas arah pembangunan Kecamatan Jatinangor sebagai kawasan strategis penopang pertumbuhan ekonomi. Penguatan infrastruktur dasar hingga pemberdayaan ekonomi warga menjadi fokus utama kebijakan daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan, pembangunan di Jatinangor harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar proyek fisik semata.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan perubahan, mulai dari akses jalan yang lebih baik, lingkungan yang tertata, hingga peluang usaha yang semakin terbuka.

“Pembangunan harus menyentuh kebutuhan warga. Infrastruktur penting, tetapi manfaatnya harus langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dony saat kegiatan Safari Ramadan di Desa Hegarmanah, Selasa kemarin, (3/3/2026).

Ini Baca Juga :  Maulid Akbar 1447 H, Bupati Sumedang: Warisan Kasih Sayang Rasulullah Perekat Persatuan

Dalam waktu dekat, kata Dony, Pemkab Sumedang akan memprioritaskan peningkatan kualitas jalan lingkungan, perbaikan sistem drainase, serta penambahan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik rawan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menunjang mobilitas warga sekaligus meningkatkan keamanan kawasan, terutama pada malam hari. Jatinangor yang dikenal sebagai kawasan pendidikan dan hunian padat dinilai membutuhkan infrastruktur yang memadai seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

Tak hanya infrastruktur jalan, lanjut Dony, program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) juga masuk dalam agenda prioritas.

Ini Baca Juga :  Ini Pesan Pj Bupati Yudia Ramli di Malam Puncak Peringatan HUT-RI

“Tahun ini, sekitar 40 unit rumah direncanakan mendapat bantuan perbaikan. Kami mendorong partisipasi masyarakat melalui semangat gotong royong agar cakupan bantuan dapat diperluas dan proses pembangunan berjalan lebih cepat,” ucapnya.

Di sektor lingkungan, kata Dony, pemerintah daerah mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Aparatur kecamatan dan desa diminta aktif menyampaikan informasi prakiraan cuaca, khususnya kepada warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir.

Selain itu, gerakan kebersihan lingkungan kembali digalakkan, termasuk pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M serta ajakan memilah sampah dari sumbernya.

Ini Baca Juga :  Kordinator OTD Sebut, Asda 1 dan 2 Serta Kabag Tapem Pemda Sumedang Akui Bahwa Berkas Tol Cisumdawu Benar

“Saya berharap kegiatan rutin seperti Jumat Bersih mampu menekan risiko penyakit dan bencana akibat saluran air tersumbat,” harapnya.

Sedangkan di sisi ekonomi, Dony menegaskan, penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian dari strategi pembangunan Jatinangor. Pemerintah juga berkomitmen mempercepat proses perizinan investasi dengan tetap memperhatikan tata ruang dan keberlanjutan lingkungan.

“Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Sumedang menargetkan Jatinangor mampu tumbuh sebagai kawasan yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakatnya,” tandasnya.