SUMEDANG – Kabupaten Sumedang kembali menorehkan capaian positif di sektor investasi. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di daerah ini menembus angka Rp5,6 triliun dan berhasil menyerap 5.876 tenaga kerja, sebagaimana dirilis resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Capaian tersebut menegaskan posisi Sumedang sebagai salah satu daerah strategis di Kawasan Rebana Metropolitan, yang secara keseluruhan mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp36,67 triliun. Kontribusi Sumedang dinilai signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan, serta konsistensi pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, capaian investasi ini bukan hanya angka, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat. Sebanyak 5.876 tenaga kerja terserap. Ini bukti bahwa investasi benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga Sumedang,” ujar Dony.
Menurutnya, pertumbuhan investasi tidak lepas dari dukungan pembangunan infrastruktur strategis, khususnya Tol Cisumdawu yang membuka konektivitas Sumedang dengan pusat-pusat ekonomi utama, termasuk Bandara Internasional Kertajati.
“Pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, kepastian regulasi, serta pelayanan yang cepat dan transparan bagi investor. Prinsip kami jelas: investasi tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tegasnya.
Ke depan, Dony memastikan Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus mendorong masuknya investasi berkualitas yang berorientasi pada keberlanjutan, ramah lingkungan, serta selaras dengan potensi dan kearifan lokal daerah.
Dengan tren investasi yang terus menunjukkan peningkatan, Dony optimistis Sumedang mampu memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi di Kawasan Rebana Metropolitan, sekaligus mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.






