HIPMI Sumedang Siapkan Sekretariat Jadi “Sekolah Bisnis”, Fokus Kuatkan Produksi Pangan Lokal

Foto: Ketua HIPMI Kabupaten Sumedang, Rafika Adnur.

SUMEDANG – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pengembangan kewirausahaan dan produksi pangan berbasis lokal.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menghadirkan sekretariat HIPMI yang representatif sebagai pusat pembelajaran bisnis bagi pelaku usaha mikro.

Ketua HIPMI Kabupaten Sumedang, Rafika Adnur, mengatakan sekretariat HIPMI yang berlokasi di sekitar Perumahan Mekarsari itu dirancang bukan sekadar sebagai kantor organisasi, melainkan menjadi ruang edukasi kewirausahaan.

“Sekretariat ini kami siapkan sebagai tempat belajar bisnis. Selama ini, banyak orang yang sudah bekerja atau memiliki usaha tapi bingung mau belajar bisnis ke mana. Ke depan, sekretariat HIPMI Kabupaten Sumedang akan menjadi sekolah belajar bisnis,” ujar Rafika, sesuai pelantikan DPC HIPMI Kabupaten Sumedang masa bakti 2025-2028 yang dilaksanakan di Gedung Negara, Sabtu 10 Januari 2026.

Ini Baca Juga :  Kejutan bjb Eduprize, Bayar Kuliah dapat Hadiah!

Selain penguatan kapasitas pelaku usaha, kata Rafika, HIPMI Sumedang juga menaruh fokus besar pada pengembangan ekosistem produksi pangan lokal. Hal ini sejalan dengan arahan Bupati Sumedang agar kebutuhan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) dapat disuplai oleh produk-produk lokal.

“Perputaran uang di dapur MBG saat ini sangat besar. Amanah dari Pak Bupati, pasokan tersebut harus bisa disuplai oleh produksi lokal. Karena itu, kami akan membangun ekosistem kewirausahaan yang fokus pada pangan lokal,” jelasnya.

Rafika menyebut, jenis produksi pangan seperti tempe, tahu, ayam, telur ayam, hingga telur puyuh memiliki potensi besar karena relatif mudah dikembangkan di tingkat lokal. Dengan memperkuat sektor tersebut, perputaran uang diharapkan tetap berputar di Sumedang.

Ini Baca Juga :  Rumah Milik Nurdin di Pamulihan Sumedang Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta

“Kami ingin perputaran uang dari Sumedang tetap berputar di Sumedang,” tegasnya.

Lebih jauh, Rafika menilai penguatan ekonomi lokal menjadi kunci di tengah kondisi industri global yang tengah menghadapi ketidakpastian. Ia mencontohkan kenaikan harga emas sebagai indikator masyarakat mencari aset aman, yang menandakan kondisi ekonomi global sedang tidak stabil.

“Kuncinya adalah ekonomi lokal. Kalau kita punya ternak ayam atau pohon singkong di samping rumah, seburuk apa pun kondisi ekonomi, kita tetap bisa makan. Karena itu, fokus kami adalah produksi pangan lokal, sejalan dengan program ketahanan pangan yang digaungkan Presiden Prabowo,” kata Rafika menandaskan.

Ini Baca Juga :  AOFOG Campus 2025 Resmi Dibuka di Jakarta: Sinergi Global dan Kebanggaan Indonesia dalam Kesehatan Perempuan

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik langkah HIPMI dalam mengawal semangat kewirausahaan dan pendampingan UMKM di daerah. Menurutnya, peran HIPMI sangat strategis dalam menjaga denyut nadi ekonomi lokal.

“HIPMI harus terus mengawal semangat entrepreneurship, mendampingi UMKM, dan menjaga denyut ekonomi lokal di Kabupaten Sumedang,” ujar Dony.

Dony juga mengajak HIPMI untuk terus bersinergi dengan program nasional, provinsi, dan kabupaten, khususnya dalam memastikan pasokan lokal dapat masuk ke program MBG.

“Saya ajak HIPMI agar pasokan lokal untuk MBG bisa benar-benar berasal dari orang Sumedang,” pungkasnya.