SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat melalui kegiatan groundbreaking yang dilaksanakan pada Senin (12/1/2026). Pembangunan ini menjadi bagian dari program strategis nasional yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung upaya penurunan angka kemiskinan.
Kegiatan groundbreaking Sekolah Rakyat di Sumedang dilaksanakan secara serentak dengan peluncuran 166 Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia. Peluncuran nasional tersebut dipusatkan di Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Hj. Tuti Ruswati, hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Asisten Daerah, Camat, Kepala Desa setempat, serta unsur TNI dari Koramil. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.
Dalam sambutannya, Sekda Sumedang menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Sumedang menjadi salah satu daerah yang mendapat kepercayaan pemerintah pusat untuk melaksanakan program nasional tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita menghadiri groundbreaking launching Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumedang. Ini merupakan bagian dari peluncuran nasional 166 Sekolah Rakyat yang diresmikan langsung oleh Bapak Presiden Prabowo, dan Sumedang menjadi salah satu daerah penerimanya,” ujar Sekda.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menghibahkan lahan seluas 7 hektare kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Penyediaan lahan tersebut menjadi bentuk komitmen daerah dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumedang didukung oleh anggaran sekitar Rp290 miliar. Proyek ini ditargetkan dapat diselesaikan pada Juni 2026 sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan skala pembangunan yang besar, sekolah ini dirancang untuk menampung hingga 1.000 anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sumedang.
Menurut Sekda, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya berdampak pada peningkatan akses pendidikan yang lebih merata, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas bagi daerah. Aktivitas pembangunan dan operasional sekolah diperkirakan akan mendorong perputaran ekonomi lokal serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
“Sekolah Rakyat ini akan sangat bermanfaat. Selain mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, dampak ekonominya juga luar biasa bagi Kabupaten Sumedang,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif dalam memutus mata rantai kemiskinan. Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memperoleh pendidikan yang layak, berkelanjutan, dan berkualitas sehingga mampu meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan.
Sekda juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat wilayah, hingga masyarakat, untuk turut mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Sumedang. Dukungan tersebut dinilai penting agar proses pembangunan berjalan sesuai target dan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
“Mari kita bersama-sama mendukung program ini sebagai ikhtiar menurunkan angka kemiskinan dan mewujudkan masyarakat Kabupaten Sumedang yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
Dengan dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap program nasional tersebut dapat menjadi salah satu pilar utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kesejahteraan sosial, serta percepatan pembangunan daerah secara berkelanjutan.






