SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar kegiatan Ngobrol Bareng Ormas (Ngobras) dengan tema Peran Buruh dalam Menjaga Investasi di Kabupaten Sumedang.
Kegiatan ini melibatkan melibatkan organisasi buruh, di antaranya Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), serta Gerakan Organisasi Buruh Syarikat Islam (GOBSI).
Acara tersebut dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bakesbangpol Sumedang, Asep Rahmat. Dengan menghadirkan narasumber, di antaranya Kepala DPMPTSP Kabupaten Sumedang Kemal Idris serta Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Disnakertrans Sumedang, Nisye Sumanika Permatasari.
Dalam forum tersebut, perwakilan buruh dari SPSI menyatakan komitmennya untuk mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Sumedang.
Mereka juga berharap agar setiap investor yang masuk ke daerah dapat melibatkan organisasi buruh sebagai bagian dari mitra strategis.
Sementara itu, Plt Kepala Bakesbangpol Sumedang, Asep Rahmat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun ruang dialog antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan unsur buruh.
“Forum ini penting untuk mempererat komunikasi, memperkuat sinergi, serta membangun kesepahaman bersama. Buruh memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif,” ujarnya.
Asep menambahkan, Kabupaten Sumedang saat ini terus berkembang sebagai salah satu daerah dengan potensi investasi yang menjanjikan.
Namun demikian, kata Asep, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, melainkan juga pada stabilitas sosial dan hubungan industrial yang harmonis.
Menurutnya, buruh tidak hanya berperan sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas, produktivitas, dan keberlanjutan investasi.
“Sikap profesional, komunikasi yang baik antara pekerja dan pengusaha, serta penyelesaian masalah secara dialogis menjadi kunci dalam menciptakan suasana kondusif bagi dunia usaha,” ucapnya.
Asep berharap, organisasi kemasyarakatan diharapkan dapat menjadi jembatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, kesadaran hukum, serta menciptakan suasana yang aman, damai, dan tertib. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap Kabupaten Sumedang.
Melalui kegiatan Ngobras ini, para peserta juga didorong untuk saling bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan langkah konkret dalam menjaga iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah berharap pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan buruh dan masyarakat.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam mendorong partisipasi masyarakat secara demokratis, damai, dan bermartabat, sekaligus menumbuhkan kesadaran politik serta semangat demokrasi di kalangan masyarakat.






