LONDON — Tekanan terhadap pelatih Liam Rosenior semakin meningkat seiring hasil buruk yang dialami Chelsea FC dalam beberapa pekan terakhir. Rentetan kekalahan membuat posisi Rosenior berada dalam sorotan.
Rosenior didatangkan dari Strasbourg pada Januari 2026 untuk menggantikan Enzo Maresca. Namun, performa tim di bawah arahannya belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Mengutip laporan jurnalis Nicolo Schira, manajemen klub mulai mempertimbangkan opsi pergantian pelatih jika target musim tidak tercapai.
“Masa depan Rosenior bisa berada di ujung tanduk, apabila The Blues gagal mengamankan tiket ke Liga Champions musim 2026/2027,” ungkap Schira, Minggu, 22 Maret 2026.
Kekalahan Memperburuk Situasi
Kondisi Chelsea semakin memburuk setelah kekalahan telak 0-3 dari Everton FC pada pekan ke-31 Premier League.
Hasil tersebut memperpanjang catatan negatif Chelsea menjadi empat kekalahan beruntun, yang disebut sebagai rekor terburuk sejak 1993.
Kekalahan ini mempertegas masalah yang dihadapi tim, terutama dalam menjaga konsistensi permainan sepanjang pertandingan.
Masalah di Lini Serang
Usai pertandingan, Rosenior mengakui timnya masih memiliki kendala dalam penyelesaian akhir. Ia menilai peluang sebenarnya cukup banyak tercipta, namun gagal dimaksimalkan menjadi gol.
“Jika kami terus menciptakan peluang, gol itu akan datang. Ini bukan soal kurangnya tembakan atau masuk ke sepertiga akhir. Tetapi, kami harus lebih klinis,” ujar Rosenior.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama bukan pada proses membangun serangan, melainkan pada efektivitas di depan gawang.
Evaluasi Performa Tim
Rosenior juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa tim secara keseluruhan. Ia menilai para pemain belum mampu menjalankan rencana permainan dengan baik.
“Ini, malam paling mengecewakan sejauh ini. Kami tidak mampu menghindari kesalahan yang berujung gol dan kehilangan kendali permainan,” tambahnya.
Kesalahan individu serta hilangnya konsentrasi menjadi faktor yang berulang dalam beberapa pertandingan terakhir.
Harapan Masih Terbuka
Meski berada dalam tekanan, Rosenior menyebut peluang Chelsea untuk finis di zona Liga Champions masih terbuka.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang tetap memberikan dukungan langsung di stadion.
“Para fans datang jauh-jauh, membayar untuk mendukung tim ini. Tentu saya harus berterima kasih. Ini masa yang sulit bagi klub, sangat menyakitkan, tetapi kami masih hanya terpaut satu poin dari zona Liga Champions,” sebutnya.
Dengan jarak poin yang masih terjangkau, Chelsea tetap memiliki peluang untuk bangkit di sisa musim.
Masa Depan Ditentukan Hasil Akhir
Situasi saat ini membuat masa depan Rosenior bergantung pada hasil yang mampu diraih tim dalam beberapa pertandingan ke depan.
Jika performa tidak segera membaik, kemungkinan pergantian pelatih pada akhir musim menjadi opsi yang semakin terbuka.
Chelsea kini dituntut untuk segera keluar dari tren negatif agar tetap bersaing di papan atas dan mengamankan tiket Liga Champions musim depan.






