SUMEDANG – Alun-alun Tanjungkerta bersiap tampil dengan wajah baru. Revitalisasi yang tengah berjalan diarahkan untuk menjadikan kawasan ini bukan sekadar ruang terbuka, tetapi juga pusat aktivitas warga, olahraga, hingga penggerak ekonomi lokal.
Dengan anggaran lebih dari Rp400 juta dari Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK), penataan alun-alun tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026. Hingga 13 Oktober, progres fisiknya telah mencapai 50 persen.
Camat Tanjungkerta, Indra Wahyudinata, mengatakan alun-alun ini dirancang menyerupai miniatur Alun-alun Sumedang, termasuk dilengkapi jalur jogging untuk menunjang gaya hidup sehat masyarakat.
“Alun-alun ini disiapkan sebagai fasilitas umum multifungsi untuk berbagai kegiatan warga,” ujar Indra saat melaporkan perkembangan proyek kepada Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Gedung Negara, Selasa (13/10/2026).
Tak hanya menjadi tempat berolahraga dan berkumpul, kawasan tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Aktivitas ekonomi yang tumbuh nantinya diharapkan berdampak pada kesejahteraan warga sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Revitalisasi ini diharapkan menjadikan Alun-alun Tanjungkerta sebagai ikon baru kawasan sekaligus pusat kegiatan masyarakat yang menghubungkan sektor ekonomi, pendidikan, budaya, dan keagamaan.





