Berusia Ratusan Tahun, Hingga Kini Pohon Sawo Sukatali Sumedang Hadiah Pangeran Mekah Masih Tumbuh Subur

Sawo Sukatali Sumedang
Tumbuh Subur: Penampakan pohon Sawo hadiah dari Pangeran Suriaatmadja atau Pangeran Mekah yang telah berusia ratusan tahun di Desa Sukatali Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.

INISUMEDANG.COM – Mengunjungi Kabupaten Sumedang Jawa Barat tentu akan terasa hambar tanpa mencoba sesuatu yang menjadi cici khas dari daerah tersebut. Bukan hanya Tahu Sumedang dan dan Ubi Cilembu yang terkenal akan gurih dan manisnya saja, Sawo Sukatali pun dapat menjadi pilihan.

Berbicara Sawo Sukatali memiliki ciri khas tersendiri dan ciri itu sangat mudah untuk dikenali. Kalau dilihat dari luar Sawo ini tampak sedikit keras. Tapi jangan salah, itu hanya penampakannya saja. Ketika dimakan Sawo ini akan empuk dan memiliki rasa manis dengan kandungan air yang pas.

Buah Sawo yang memiliki nama latin Manilkara zapota ini. Menjadi salah satu jenis buah-buahan yang menjadi unggulan bagi warga Desa Sukatali Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.

Terlepas dari Sawo Sukatali yang mempunyai ciri khas rasa yang berbeda. Ternyata cikal bakal pohon Sawo yang sudah berusia ratusan tahun tersebut. Sampai saat ini masih tumbuh subur di pekarangan rumah Cicit Bapak Satir yang beralamat di Dusun Cileles RT 03/02 Desa Sukatali.

Satir sendiri konon merupakan seorang abdi dalem yang dihadiahi pohon sawo tersebut oleh pangeran Mekah atau Pangeran Suriatmadja.

Menurut Engkat (55) Sumi dari Eti Cicit dari Satir pemilik pohon sawo tersebut mengatakan. Jika musim panen dapat mengahasilkan 3-5 kwintal sawo.

“Sekali panen bisa mengasilkan 3-5,Kwintal,” ujarnya kepada wartawan Rabu 16 November 2022.

Sehingga Engkat mengaku, sudah ada dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) serta para akademisi yang meneliti pohon sawo tersebut.

“Sudah banyak yang datang kemari seperti dari ITB, IPB dan lain-lain untuk kepentingan bahan penelitian,” tandasnya.

Cerita menarik dibalik kekhasan dan manisnya sawo Sukatali

Dilansir IniSumedang.Com edisi sebelumnya, konon, pohon Sawo Sukatali ini pertama kali ditanam oleh orang yang bernama Satir. Yaitu seorang warga Sukatali yang menjadi abdi dalem pada waktu zaman Pangeran Mekah atau Pangeran Suriatmadja.

Waktu itu, Satir disuruh oleh Pangeran Mekah untuk menanam Sawo di halaman rumahnya.

“Eta sawo saurna sawo ti Belanda, tah ku Kanjeng Dalem (Pangeran Mekah) dipasihkeun ka Satir kanggo dipelak di payuneun bumi. Malah Kanjeng Dalem teh nyarios yen engke mun eta sawo tos dipelak, Sukatali bisa terkenal. (Sawo tersebut katanya berasal dari Belanda, oleh Kanjeng Dalem (Pangeran Mekah) diberikan kepada Satir untuk ditanam di (halaman) depan rumahnya. Malah Kanjeng Dalem berkata bahwa nanti kalau sawo itu sudah ditanam, Sukatali bisa terkenal),” tutur Asep (41) warga Sukatali beberapa waktu lalu.

Terlepas dari adanya kepercayaan terhadap “Saciduh metu saucap nyata-nya” Kanjeng Dalem, pada dasarnya, kata Asep, menurut penelitian memang tanah di Sukatali sangatlah subur, sehingga pohon apapun yang ditanam di Sukatali akan tumbuh dengan baik dan subur.

“Kalau saya percaya akan kesuburan tanah di Sukatali ini dan juga percaya akan cerita dari sesepuh tentang mustajabnya doa serta berkah dari kanjeng pangeran Suria Atmadja atau Pangeran mekah. Sehingga warga Sukatali dengan Buah Sawonya sampai sekarang mendapatkan Kenikmatan dan kebahagiaan atas kebaikan dari Kanjeng Pangeran Mekah,” tandasnya.

Hingga kini, Sawo Sukatali menjadi komoditi andalan warga di Desa Sukatali Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang ini. Rasanya yang manis dan legit ini, menjadi buruan bari penikmat buah-buahan Sawo.

Bagi anda yang ingin mencicipi manisnya Sawo Sukatali ini, akan sangat mudah untuk mendapatkannya. Pasalnya, di sepanjang jalan Sumedang-Wado tepatnya di Desa Sukatali berjejer kios-kios yang menjajakan Sawo yang manis itu.