SUMEDANG – Profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) tidak cukup diukur dari capaian pekerjaan dan ketertiban administrasi. Kejujuran, akhlak, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan kehidupan keluarga juga menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah pelayanan publik.
Nilai tersebut menjadi perhatian Sekretariat DPRD Kabupaten Sumedang melalui kegiatan Taklim Aparatur bertema Keseimbangan Kehidupan ASN: Kerja, Keluarga, dan Integritas, Rabu (21/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumedang dengan melibatkan seluruh pegawai di lingkungan sekretariat.
Pembinaan rohani ini menghadirkan Ustaz Hilmi dari Pondok Pesantren Gunung Cupu, Sumedang. Melalui kegiatan tersebut, para pegawai diajak memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual sebagai bekal dalam menjalankan tanggung jawab, baik sebagai aparatur pemerintah maupun anggota keluarga dan masyarakat.
Kepala Bagian Program dan Keuangan Sekretariat DPRD Sumedang, Hj. Yuyun Susiva WN, S.E., M.M., menekankan bahwa kompetensi teknis perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Kemampuan mengelola pekerjaan harus ditopang perilaku yang baik agar setiap tugas dilaksanakan secara bertanggung jawab.
Menurutnya, kualitas seorang ASN tidak hanya tercermin dari hasil pekerjaan, tetapi juga dari sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pmbinaan karakter diperlukan untuk membangun aparatur yang mampu menjaga etika di lingkungan kerja maupun di luar kedinasan,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Hilmi menggarisbawahi tiga hal yang saling berkaitan dalam membentuk integritas aparatur, yakni menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah, menempatkan keluarga sebagai sumber kekuatan, serta menjaga integritas sebagai landasan moral dalam bertindak.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran ketika menjalankan amanah. Pencapaian target pekerjaan, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, perlu diimbangi dengan perhatian terhadap keharmonisan keluarga dan konsistensi memegang nilai-nilai kebaikan.
Melalui taklim yang menjadi bagian dari pembinaan aparatur ini, Sekretariat DPRD Sumedang berharap pegawai semakin mampu menyelaraskan tuntutan profesionalitas dengan tanggung jawab pribadi dan spiritual. Penguatan karakter tersebut diharapkan turut mendorong terciptanya pelayanan publik yang lebih bertanggung jawab, beretika, dan berintegritas.





