IFAB Rombak Regulasi, Piala Dunia 2026 Dipacu Lebih Dinamis

Aturan Baru IFAB
Foto : Instagram @fifa

BOLA, IniSumedang.Com – International Football Association Board resmi menetapkan aturan baru IFAB yang akan mulai diterapkan pada Piala Dunia FIFA 2026. Paket regulasi tersebut dirancang untuk meningkatkan tempo pertandingan dan menekan praktik mengulur waktu yang kerap muncul dalam momen krusial.

Keputusan itu menjadi bagian dari komitmen IFAB dalam menyempurnakan Laws of the Game agar pertandingan berjalan lebih dinamis, adil, dan menarik bagi penonton. Informasi mengenai perubahan regulasi ini disampaikan jurnalis Italia, Daniele Mari, melalui akun X miliknya.

Berikut sejumlah poin utama yang akan berlaku mulai Piala Dunia 2026.

Hitung Mundur untuk Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang

IFAB memberi kewenangan kepada wasit untuk mengaktifkan hitung mundur visual selama lima detik dalam situasi tertentu. Mekanisme ini berlaku ketika wasit menilai lemparan ke dalam atau tendangan gawang dilakukan terlalu lama atau sengaja diperlambat.

Jika bola belum dimainkan setelah hitungan berakhir, konsekuensinya cukup tegas. Lemparan ke dalam akan diberikan kepada tim lawan. Sementara itu, tendangan gawang yang melewati batas waktu akan berbuah tendangan sudut untuk lawan.

Ini Baca Juga :  Menang Atas Senegal, Belanda Berhasil Puncaki Klasemen Grup A Piala Dunia Qatar

Aturan ini diharapkan menekan taktik membuang waktu, terutama saat pertandingan memasuki fase akhir. Dalam sejumlah turnamen besar, strategi memperlambat permainan kerap memicu kontroversi dan protes dari pemain maupun suporter.

Dengan penerapan hitung mundur yang terlihat jelas, IFAB berupaya menciptakan transparansi sekaligus memberi kepastian keputusan di lapangan.

Batas Waktu Ketat untuk Pergantian Pemain

Perubahan berikutnya menyasar proses pergantian pemain. IFAB menetapkan bahwa setiap pemain yang ditarik keluar harus meninggalkan lapangan maksimal dalam 10 detik.

Jika pemain tidak mematuhi batas waktu tersebut, ia tetap wajib keluar. Namun, pemain pengganti baru boleh masuk setelah satu menit dan hanya pada penghentian permainan berikutnya.

Kebijakan ini dirancang untuk menjaga ritme pertandingan. Dalam praktik sebelumnya, pergantian pemain kerap dimanfaatkan untuk memperlambat tempo, terutama oleh tim yang sedang unggul.

Ini Baca Juga :  Ratusan Peserta Adu Kecepatan di Balap Pacuan Kuda Cibogo Weekend Race 2023 Sumedang

Dengan aturan baru IFAB, proses substitusi diharapkan berlangsung lebih efisien tanpa mengurangi hak tim melakukan pergantian taktis.

Penyesuaian Protokol VAR

IFAB juga melakukan tiga penyesuaian penting terhadap penggunaan Video Assistant Referee (VAR). Langkah ini bertujuan meningkatkan akurasi keputusan tanpa memperpanjang durasi peninjauan.

Dengan adanya bukti yang jelas, VAR kini dapat meninjau dan mengoreksi:

  • Kartu merah akibat kartu kuning kedua yang terbukti keliru;
  • Kesalahan identitas pemain;
  • Keputusan tendangan sudut yang jelas-jelas salah, selama peninjauan dapat dilakukan secara cepat.

Penyesuaian tersebut menegaskan fokus IFAB pada keseimbangan antara ketepatan keputusan dan kelancaran jalannya pertandingan. Evaluasi terhadap VAR dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa intervensi yang terlalu lama dapat mengganggu intensitas laga.

Melalui revisi ini, IFAB berupaya mempersempit ruang abu-abu tanpa menambah beban waktu secara signifikan.

Peran IFAB dalam Regulasi Sepak Bola

Sebagai lembaga independen, IFAB memegang otoritas penuh dalam menetapkan dan mengubah aturan resmi sepak bola dunia. Organisasi ini berdiri sejak 1886 dan terdiri atas perwakilan empat asosiasi Britania Raya Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara serta FIFA.

Ini Baca Juga :  INAFOC dan FIFA Tinjau Stadion Latihan Piala Dunia U-20 di Sumedang

Setiap perubahan aturan dalam kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia, harus melalui persetujuan IFAB. Dengan demikian, aturan baru IFAB yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2026 memiliki landasan formal dan mengikat.

Menuju Piala Dunia Lebih Cepat

Dengan paket regulasi terbaru ini, Piala Dunia 2026 diproyeksikan menghadirkan pertandingan yang lebih cepat dan tegas. Pembatasan waktu pada situasi bola mati, disiplin dalam pergantian pemain, serta penyesuaian VAR menunjukkan arah kebijakan yang jelas: meminimalkan gangguan dan memaksimalkan intensitas permainan.

Aturan baru IFAB ini sekaligus menjadi respons terhadap tuntutan publik yang menginginkan laga lebih atraktif dan efisien. Jika implementasi berjalan konsisten, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi edisi dengan tempo permainan paling dinamis dalam sejarah turnamen tersebut.