SUMEDANG – Lima warga Sumedang yang sebelumnya mengalami kesulitan bekerja di Papua, akhirnya kembali ke kampung halaman dengan selamat, Jumat malam (13/3/2025).
Kedatangan mereka disambut oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir dan Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika di Pos Pelayanan Terpadu Polres Sumedang, Terminal Ciakar.
Bupati Dony menyampaikan rasa syukur atas selamatnya kelima warga tersebut. Ia menekankan bahwa pengalaman ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih cermat menilai tawaran pekerjaan, khususnya yang menjanjikan imbalan besar namun asal-usulnya tidak jelas.
“Syukur alhamdulillah, mereka kini sudah kembali. Ini juga jadi pengingat bahwa kita harus selalu waspada terhadap pekerjaan yang terdengar menjanjikan, tapi tidak transparan,” kata Dony.
Kepulangan lima warga ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Menurut Dony, Gubernur Jawa Barat turut membantu proses evakuasi, sementara tim dari Dinas Kesehatan Sumedang memastikan kondisi kesehatan mereka aman setelah mengalami berbagai tantangan selama berada di Papua, termasuk satu orang yang sempat terserang malaria.
Salah seorang warga, Dedi, mengaku lega bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga. Ia juga berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan aparat kepolisian.
“Terima kasih banyak kepada semua yang membantu kami pulang dengan selamat. Kini kami bisa kembali berkumpul bersama keluarga menjelang Lebaran,” ujar Dedi.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika menambahkan, masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap penawaran pekerjaan dari orang yang tidak dikenal. Ia juga mengingatkan bahwa kasus serupa mungkin masih terjadi, meski tidak semua mendapat perhatian publik.
“Kami mendorong warga untuk memverifikasi setiap tawaran pekerjaan, terutama yang berasal dari luar daerah. Jangan mudah tergiur janji manis, dan jika ada hal mencurigakan, segera lapor ke polisi,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati dan Kapolres berkomitmen untuk membantu kelima warga tersebut mendapatkan pekerjaan di Sumedang, agar tidak terpaksa mencari pekerjaan jauh dari kampung halaman.
“Upaya ini penting agar mereka bisa mandiri dan tetap dekat dengan keluarga. Kami akan berkoordinasi dengan perusahaan lokal untuk menyalurkan mereka ke pekerjaan yang layak,” tutup Dony.






