Ada Mitos di Situs Batu Kasur Rancakalong Sumedang Jabar

Situs Batu Kasur

INISUMEDANG.COM – Situs Makom Batu Kasur tepat berada dilokasi obyek wisata alam Panenjoan Desa Pasirbiru Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Situs Batu Kasur merupakan Makom atau patilasan (tempat peristirahan) para leluhur Sumedang. Situs tersebut sangat dikeramatkan. Bahkan dipercaya masih menyimpan mitos sehingga tidak ada yang berani mengambil sesuatu di situs makom keramat itu.

Menurut pantauan dilokasi, situs makom tersebut terdapat sebuah hamparan baru besar menyerupai kasur. Bahkan dilengkapi dengan bantal dan guling dari batu juga, sehingga masyarakat menyebutnya Makom Batu Kasur.

“Keliling area Situs Makom keramat ini akan dipagar, tidak sembarang orang masuk terkecuali para peziarah. Sebab dulu, ada orang (tukang batu) berani membelah salah satu batu disini, tapi jelang sehari kemudian si orang tersebut meninggal dunia, ” ujar warga dilokasi Kamis (20/01/2022).

Dibenarkan Yayan Suryana salah seorang pengelola wisata alam Penenjoan. Kata dia, Situs Makom Batu Kasur sangat dikeramatkan sehingga keutuhannya dijaga ketat dari tangan-tangan jahil.

“Kami himbau kepada para pengunjung, dilarang membawa sesuatu apalagi merusak makom. Namun apabila ada yang berani, maka akibatnya tanggung sendiri, “ujarnya.

Situs ini Dulunya Sebagai Tempat Peristirahatan Para Leluhur Sumedang

Dikatakan, Situs Makom Batu Kasur adalah petilasan, konon sebagai tempat peristirahatan para leluhur Sumedang sehingga banyak dikunjungi peziarah.

“Kami tidak mengetahui persih siapa leluhur Sumedang itu. Tapi hanya cerita di masyarakat bahwa makom ini katanya Eyang Paningali sehingga masyarakt menyebut lokasi ini Panenjoan, “sebut Yayan.

Bahkan konon jaman dulu, ada gerombolan Belanda, dan tokoh masyarakat waktu itu minta tolong kepada eyang bahwa wilayah Pasirbiru jangan diserang gerombolan itu.

“Alhamdulillah wilayah Panenjoan ini terlewat oleh gerombolan tersebut, sehingg Panenjoan waktu dulu dijadikan tempat peristirahatan para leluhur panglimanya pejuang Sumedang, ” katanya.

Namun, lanjut dia, masyarakat Rancakalong kurang begitu mengenal situs makom keramat ini, tapi di Sumedang khususnya Yayasan Sumedang Larang, tahu persis sejarahnya. Sehingga tahun 2004 yayasan itu memberi sebuah tunggu prasati yang bertulisan bahasa Sunda kuno.

“Situs Makom ini akan dibenahi kembali sebagai situs bersejarah setelah hampir 3 tahun lebih terbengkalai akibat adanya Covid-19, ” tandasnya.