80 Tenaga Kesehatan di RSUD Sumedang Terpapar Covid-19

  • Bagikan
Gedung RSUD Sumedang

INISUMEDANG.COM – Sebanyak 80 Tenaga Kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kab. Sumedang karena beban kerja yang berat seiring terus melonjaknya kasus harian Covid-19 di Sumedang.

“Hingga hari ini, ada sekitar 80 Nakes yang terdiri dari Dokter, Perawat, Staf hingga tenaga farmasi melakukan Isoman karena terpapar Covid-19,” kata Direktur RSUD Sumedang Dr.dr.H Aceng Solehudin saat dikonfirmasi di Ruang Kerjanya, Jumat (2/7/2021).

Lebih lanjut Aceng mengatakan,
Nakes yang terpapar ini, tidak hanya yang melayani pasien terkonfirmasi Covid-19 saja, tapi juga bagian pelayanan kesehatan lainnya. Hal ini dikarenakan beban berat tenaga kesehatan RSUD Sumedang karena melayani pasien bergejala ringan hingga berat, yang kasus hariannya terus mengalami peningkatan, sehingga sangat rawan tertular.

“Kasus harian Covid-19 di Sumedang, akhir-akhir ini rata-rata penambahannya diatas 50 kasus dalam sehari. Bahkan sempat dua kali dalam sehari mencapai 100 orang lebih, seperti yang terjadi pada hari Kamis 1 Juli yang mencapai 152 orang berdasarkan data harian Satgas Covid-19,” terang Aceng.

Dampaknya, sambung Aceng, karena kekurangan tenaga medis, saat ini ada dua Poliklinik di RSUD Sumedang harus ditutup sementara, karena tenaga medisnya sedang melakukan isolasi mandiri.

“Saat ini ada dua Poliklinik yang sementara kami tutup, karena tenaga medisnya sedang Isoman. Dan kami terus memantau perkembangan kesehatan para Nakes yang sedang Isolasi tersebut,” ujarnya.

Aceng juga mengakui, dengan meningkatkan kasus harian Covid-19 di Sumedang dan terpaparnya para Nakes, membuat RSUD kewalahan menangani pasien.

Sehingga, RSUD Sumedang membuat beberapa strategi untuk menangani pasien khususnya pasien Covid-19.

“Ada beberapa alternatif kita ambil untuk penanganan pasien Covid-19, dengan menarik para perawat di ruangan lain untuk menangani Covid-19. Seperti di ruang ICU yang sebelumnya ada ada 12 bad, saat ini kita tarik sebagian dan disisakan 4 bad saja, begitu juga di ruang HCU yang awalnya 8 bad sekarang hanya 2 bad saja. Itu terpaksa kami lakukan karena untuk penanganan Covid-19 harus tetap eksis dan karena kami benar-benar kekurangan tenaga medis saat ini,” tuturnya.

“Mudah-mudahan bagi Nakes yang sedang Isolasi diberikan ketabahan dan kesabaran, serta dapat segera pulih agar bisa kembali bersama-sama bekerja menangani masyarakat,” ucapnya.

Untuk itu Aceng berpesan, agar Masyarakat dapat menerapkan Protokol Kesehatan dan mengikuti anjuran Pemerintah dalam penanganan Covid-19.

“Covid-19 itu, jelas-jelas ada dan kami yang sudah merasakan dampaknya. Selain terus bertambahnya pasien yang harus dirawat akibat Covid-19, sekarang banyak Nakes yang terpapar sehingga membuat kami kewalahan,” kata Aceng menegaskan.

  • Bagikan