IniSumedang.Com – Vinicius Jr kembali menegaskan kekagumannya kepada Luka Modric. Penyerang Real Madrid itu menyebut mantan rekan setimnya sebagai figur yang tak tergantikan, meski kini sang gelandang memperkuat AC Milan. Pujian tersebut memperlihatkan betapa besar pengaruh Modric bagi ruang ganti Los Blancos.
Dalam perbincangan bersama streamer Spanyol Ibai Llanos, Vinicius berbicara terbuka soal hubungan dan kedekatannya dengan Modric. Ia menilai pemain asal Kroasia itu bukan sekadar legenda klub, melainkan juga pemimpin yang membentuk karakter generasi muda Real Madrid.
“Tidak ada yang seperti Modric. Sekarang dia di AC Milan, musim lalu masih di Real Madrid. Dia yang terbaik di dunia. Gila!” ujar Vini dikutip IniSumedang.Com di akun X pakar transfer Fabrizio Romano, Selasa (17/2/2026).
Sosok Sentral di Ruang Ganti
Selama lebih dari satu dekade membela Real Madrid, Modric memainkan peran vital di lini tengah. Ia tidak hanya mengatur tempo permainan, tetapi juga menjaga standar kompetisi internal tim. Vinicius merasakan langsung dampak kehadiran gelandang berusia 40 tahun itu.
Bagi Vinicius Jr, Modric menjadi figur yang menghadirkan ketenangan sekaligus tuntutan tinggi. Ia mengajarkan disiplin, konsistensi, dan mentalitas juara. Karakter itu, menurut Vinicius, sulit dicari penggantinya.
“Saya sangat merindukannya, karena dia selalu mengajarkan sesuatu kepada kami. Dia tidak suka kalah, bahkan saat latihan. Dia bisa sangat marah!” ucap Vini.
Pernyataan itu menggambarkan standar profesionalisme yang Modric terapkan setiap hari. Latihan tidak pernah dianggap formalitas. Intensitas dan keseriusan selalu ia jaga, bahkan dalam sesi internal tim.
Babak Baru Bersama AC Milan
Musim 2025/2026 menjadi awal perjalanan baru Luka Modric di Serie A. Ia bergabung dengan AC Milan dengan status bebas transfer setelah kontraknya di Real Madrid berakhir. Keputusan itu sempat memicu perdebatan, mengingat usianya yang telah memasuki 40 tahun.
Namun, performa Modric menjawab keraguan. Ia tetap tampil penuh selama 90 menit dalam sejumlah pertandingan penting. Pelatih Milan memberi kepercayaan karena pengalaman dan kematangannya masih relevan di level tertinggi.
Di Italia, Modric tidak hanya berfungsi sebagai pengatur serangan. Ia juga menjadi rujukan pemain muda Rossoneri dalam membaca permainan dan menjaga fokus di laga krusial. Adaptasinya berlangsung cepat, memperlihatkan kelas yang telah teruji di berbagai kompetisi elite Eropa.
Warisan di Real Madrid
Kepergian Modric meninggalkan ruang besar di Real Madrid. Klub itu memang memiliki banyak talenta muda di lini tengah, tetapi pengalaman tidak dapat digantikan secara instan. Vinicius termasuk pemain yang merasakan kekosongan tersebut.
Selama membela Madrid, Modric mengoleksi berbagai gelar domestik dan Eropa. Ia juga pernah meraih Ballon d’Or, mengakhiri dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pada 2018. Rekam jejak itu memperkuat reputasinya sebagai salah satu gelandang terbaik generasi modern.
Bagi Vinicius Jr, kehadiran Modric membantu proses pendewasaannya sebagai pemain. Ia belajar menjaga fokus saat tekanan meningkat dan tetap kompetitif di setiap momen pertandingan. Pengalaman itu kini menjadi bekal penting bagi Vinicius dalam memimpin lini depan Madrid.
Profesionalisme Tanpa Batas Usia
Usia 40 tahun sering menjadi batas bagi banyak pemain untuk menurunkan intensitas. Modric justru menunjukkan sebaliknya. Ia mempertahankan kondisi fisik, menjaga pola hidup, dan terus beradaptasi dengan dinamika taktik modern.
Langkahnya ke AC Milan menegaskan bahwa kualitas dan profesionalisme dapat melampaui faktor usia. Vinicius Jr melihat langsung bagaimana komitmen tersebut diterapkan setiap hari, baik di ruang ganti maupun di lapangan.
Pujian Vinicius bukan sekadar nostalgia. Ia menggambarkan standar yang ingin ia pertahankan dalam kariernya sendiri. Sosok Luka Modric, meski kini berseragam AC Milan, tetap menjadi referensi bagi pemain Real Madrid.
Vinicius Jr menutup pernyataannya dengan nada penuh hormat. Ia mengakui bahwa pengaruh Modric masih terasa hingga kini. Dalam dinamika sepak bola modern yang cepat berubah, figur seperti Luka Modric menjadi pengingat bahwa kualitas, disiplin, dan mentalitas tetap menjadi fondasi utama kesuksesan.






