SUMEDANG – Kabupaten Sumedang mencatat lompatan signifikan dalam peta persaingan pembangunan daerah. Dalam pemeringkatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional, Sumedang menjadi kabupaten dengan nilai tertinggi di Jawa Barat sekaligus masuk lima besar nasional.
Pada daftar kabupaten paling kompetitif di Indonesia, posisi puncak ditempati Kabupaten Badung, Bali, dengan skor 4,21. Disusul Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, masing-masing dengan skor 4,14. Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, berada di urutan keempat, sementara Sumedang menutup lima besar dengan nilai 4,04.
Capaian ini mempertegas posisi Sumedang sebagai salah satu daerah dengan performa pembangunan yang dinilai stabil dan progresif. IDSD sendiri mengukur kemampuan daerah dalam mengelola potensi ekonomi dan sosial melalui sejumlah indikator, mulai dari kualitas sumber daya manusia, kapasitas inovasi, kesiapan teknologi, kekuatan pasar, hingga tata kelola kelembagaan dan lingkungan pendukung.
Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir menyebut hasil tersebut sebagai refleksi dari konsistensi pembangunan berbasis data dan inovasi. Menurutnya, capaian tersebut bukan kerja satu pihak, melainkan buah kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta partisipasi masyarakat.
“Peringkat ini menjadi pengingat bahwa kerja kolektif yang terarah mampu menghasilkan capaian konkret. Namun yang terpenting bukan pada angkanya, melainkan dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Dony, Jumat (27/2/2026).
Ia menegaskan, arah kebijakan ke depan tetap difokuskan pada penguatan layanan publik, percepatan transformasi digital, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi lintas sektor guna menjaga pertumbuhan ekonomi tetap inklusif.
Menurut Dony, apresiasi dari lembaga nasional tidak menjadi tujuan akhir.
“Penghargaan adalah konsekuensi dari proses. Target utama kami tetap pada peningkatan kesejahteraan warga dan keberlanjutan pembangunan,” katanya.
Masuknya Sumedang dalam jajaran lima besar nasional dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kabupaten tersebut mulai diperhitungkan sebagai model pengelolaan pembangunan daerah di tingkat nasional, khususnya dalam mengintegrasikan inovasi, tata kelola, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.






