SUMEDANG – Aktivitas Sesar Lembang kembali memicu kewaspadaan. Setelah gempa bumi berkekuatan 2,7 magnitudo mengguncang wilayah sekitar Bandung dan terasa hingga Sukasari serta Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir langsung meminta jajaran aparatur dan BPBD meningkatkan langkah mitigasi kebencanaan.
Seperti diketahui, Gempa terjadi pada Jumat (30/1/2026) subuh, sekitar pukul 05.13 WIB. Meski pusat gempa berada di wilayah Kota Bandung, getarannya turut dirasakan masyarakat di sejumlah kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Bupati Dony menyebut kejadian ini tidak boleh dianggap sepele.
“Ini harus menambah kewaspadaan. Saya minta BPBD dan aparatur kewilayahan meningkatkan mitigasi kebencanaan serta menyampaikan informasi terkini secara terus menerus,” ujar Dony di kawasan Gunung Kunci Sumedang, Jumat pagi.
Dony menuturkan, edukasi kebencanaan harus disampaikan langsung ke masyarakat, bukan hanya menjadi laporan internal pemerintah.
“Informasinya harus tersampaikan langsung ke masyarakat. Supaya masyarakat tahu kalau terjadi gempa itu harus bagaimana, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana mitigasi risikonya,” tegasnya.
Dony juga meminta BPBD tidak hanya menunggu laporan, melainkan aktif turun ke lapangan.
“Cek secara berkala ke desa-desa, pastikan mitigasi bencananya berjalan. Sehingga risiko bencana dapat diminimalisasi,” tambah Dony.
Dony pun mengingatkan bahwa ikhtiar mitigasi harus berjalan seiring dengan doa.
“Secara lahir kita lakukan mitigasi dengan seksama, dan jangan lupa berdoa,” katanya.
Sementara itu, Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan gempa tercatat terjadi tepat pukul 05.13.54 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 6,88 LS dan 107,79 BT, atau sekitar 14 kilometer sebelah timur Kota Bandung. Gempa terjadi di darat dengan kedalaman sekitar 5 kilometer, sehingga tergolong gempa dangkal.
“Peristiwa ini tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Ada segmen sesar sebelah timur Sesar Lembang,” ungkap Daryono.
Getaran dilaporkan terasa di wilayah Sukasari dan Tanjungsari (Sumedang), serta sejumlah daerah di Kabupaten Bandung seperti Cileunyi, Cilengkrang, dan Cimeyan dengan intensitas II–III MMI.
Pada intensitas tersebut, getaran biasanya dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah, benda ringan bergoyang, dan terasa seperti kendaraan besar melintas.
Kepala BPBD Sumedang Bambang Rianto mengimbau masyarakat yang merasakan gempa agar tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan, terutama jika terjadi gempa susulan.
BPBD meminta warga segera keluar ruangan secara tertib dan menuju titik evakuasi yang sudah ditetapkan bila guncangan kembali terjadi.
“Tetap tenang, tidak panik. Jika terjadi gempa susulan segera keluar ruangan dengan tertib menuju titik evakuasi,” ujar Bambang.
Bambang memastikan, jika BPBD belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
“Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa,” tutupnya.






