Pesan Sekda Tuti di Apel Pagi: Kinerja OPD Harus Terasa Dampaknya bagi Masyarakat

Pesan Sekda Tuti di Apel Pagi

SUMEDANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Hj. Tuti Ruswati, menegaskan bahwa kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik pada tahun 2026 harus lebih membumi dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Pagi di Lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, Senin (12/1/2026).

Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya kinerja OPD yang kadeuleu, karasa, karampa, atau terlihat, terasa, dan nyata dampaknya bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa seluruh program pelayanan publik harus berorientasi pada hasil, bukan sekadar kegiatan administratif.

“Kadeuleu kinerjanya harus terlihat. Pak Bupati sering menyampaikan harus merepos semua kegiatan yang bersentuhan dengan pelayanan publik,” kata Sekda Tuti Ruswati.

Ini Baca Juga :  Tujuh Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Sumedang Terima Kunci Rumah Relokasi

Menurutnya, ukuran kinerja OPD tidak lagi cukup hanya berdasarkan kelengkapan laporan atau prosedur administrasi, melainkan harus menunjukkan output dan outcome yang jelas. Ia menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum awal perubahan pola kerja, yang harus dimulai sejak Januari.

“Berarti harus kerasa ada output dan outcome apa yang harus dikerjakan. Tahun 2026, start di bulan Januari. Maka seluruh arahan Pak Bupati tidak ada lagi yang bersifat administratif saja. Tapi apa yang dilakukan harus berdampak kepada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sekda Tuti juga menyinggung program Kolaborasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang saat ini tengah berlangsung di Kabupaten Sumedang. Pada awal tahun 2026, Kabupaten Sumedang menerima mahasiswa KKN dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang disebar ke berbagai desa.

Ini Baca Juga :  Rektor IKOPIN University dan Sekda Sumedang Lepas Peserta KKN 2025

Ia menjelaskan bahwa KKN Tematik dari Unpad difokuskan pada isu strategis daerah, khususnya penurunan angka kemiskinan dan pengelolaan sampah. Sementara itu, mahasiswa IPDN menjalankan KKN Tematik dengan fokus pada pembaruan data Desa Cinta Statistik (Cantik).

“Mahasiswa Unpad KKN tematiknya fokus ke penurunan kemiskinan dan pengelolaan sampah. Untuk IPDN tematiknya ke update Desa Cinta Statistik (Cantik),” katanya.

Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa OPD terkait memiliki tanggung jawab untuk mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan KKN Tematik tersebut. Ia menilai program KKN Tematik merupakan peluang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat desa.

Ini Baca Juga :  Lagi, Bupati Sumedang Raih Penghargaan Peringkat Satu Nasional, Dalam Anugerah Tinarbuka 2023!!!

“KKN tematik ini harus dimanfaatkan, pemerintah daerah akan mensuportnya. Jadi sinergi program-program dari bagian-bagian terhadap suport KKN tematik,” ujarnya.

Menurut Sekda, dukungan OPD terhadap KKN Tematik diharapkan mampu mempercepat pencapaian indikator kinerja daerah, khususnya dalam program penurunan kemiskinan dan pengelolaan sampah. Dengan kolaborasi yang kuat, program-program tersebut diharapkan tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sehingga indikator kinerja yang sudah ditetapkan untuk penurunan kemiskinan dan pengelolaan sampah bisa berjalan,” tambahnya.

Melalui arahan tersebut, Sekda Tuti kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mendorong kinerja OPD yang lebih responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama pembangunan daerah.