Revitalisasi Sekolah Persis di Sumedang Perluas Akses Pendidikan dan Tingkatkan Mutu Pembelajaran

Foto: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Atip Latipulhayat (Istimewa)

SUMEDANG – Program revitalisasi satuan pendidikan dan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Persatuan Islam (Persis) di Kabupaten Sumedang dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.

Melalui program ini, sejumlah sekolah Persis di Sumedang kini memiliki sarana dan prasarana yang lebih memadai. Perbaikan ruang kelas, fasilitas penunjang pembelajaran, serta pembangunan sekolah baru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Atip Latipulhayat, mengatakan revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk menjawab ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah. Selama bertahun-tahun, banyak sekolah menghadapi keterbatasan infrastruktur yang berdampak langsung pada proses belajar mengajar.

Ini Baca Juga :  46 Persen Formasi DPRD Sumedang 2024-2029 Diisi Wajah Baru, 3 Inkumben Bertahan dengan Suara Terbanyak

Ia menekankan bahwa revitalisasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus berbanding lurus dengan peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, sekolah yang telah direvitalisasi harus mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas.

“Pembangunan sekolah harus memberi manfaat nyata bagi peserta didik. Sarana yang dibangun dari dana publik harus dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, kata Atip, keterlibatan organisasi masyarakat seperti Persatuan Islam dinilai strategis dalam mendukung agenda pembangunan pendidikan nasional. Dengan jaringan lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai daerah, Persis berperan dalam memperluas layanan pendidikan berbasis nilai keagamaan dan kebangsaan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menilai revitalisasi sekolah Persis memberikan kontribusi positif bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Ketersediaan sarana pendidikan yang layak, kata Fajar diyakini akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi peserta didik.

Ini Baca Juga :  Pemda Kembali Gelar Pesantren ASN

Revitalisasi yang dilakukan pada sejumlah satuan pendidikan, seperti TK Persis Sumedang, SD IT Ala Asma Persis Sumedang, SD IT Kayatal Johat Tanjungsari, serta SMP Plus Persis Tanjungsari, diharapkan dapat memperkuat peran lembaga pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang beriman, berakhlak, dan memiliki daya saing.

Program revitalisasi satuan pendidikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul, sejalan dengan agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan nasional.

Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) , Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag mengapresiasi kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam peningkatan dan pemberdayaan mutu dan kualitas pendidikan.Salah satunya adalah program pendirian unit satuan baru (USB) dan revitalisasi satuan Pendidikan.

Ini Baca Juga :  Kasus Bullying di Sekolah Libatkan Pelajar Marak, Dede Yusuf Sarankan Ini

“Atas nama PP Persis dan seluruh kepala sekolah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan Presiden Prabowo meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan melalui pendirian sarana dan revitalisasi sekolah, ” ujarnya.

Menurut Jeje, anggaran 20℅ pendidikan di APBN mampu dimaksimalkan dengan baik untuk mewujudkan cita-cita pendidikan unggul bermutu berkualitas dan berkarakter.

“Hal tersebut, dikarenakan arah kebijakan politik pemimpin nasional yang concern untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.

Dijelaskanya, Persis sebagai bagian negara ikut berkontribusi menyukseskan cita-cita negara. Dalam hal ini adalah menciptakan masyarakat yang cerdas dan mencerdaskan anak bangsa

“Ini merupakan Kolaborasi berbangsa dan negara untuk menciptakan masyarakat cerdas dan tafaqquh fiddin. Selain itu, membangun peradaban yang mensejahterakan dan mencerdaskan ummat,” terangnya.