IniSumedang.Com -Jelang duel krusial playoff Liga Champions (UCL), Jose Mourinho menyatakan tekadnya menghadapi Real Madrid. Pelatih Benfica itu secara terbuka ingin menyingkirkan mantan klubnya dari kompetisi Eropa, meski tetap menyimpan harapan baik bagi Los Blancos di kancah domestik.
Pertandingan leg pertama akan berlangsung di Estádio da Luz, Lisboa, Portugal, Rabu (18/2/2026) dini hari pukul 03.00 WIB. Laga ini mempertemukan dua tim dengan sejarah panjang di Eropa, sekaligus mempertemukan kembali Mourinho dengan klub yang pernah ia latih pada 2010–2013.
Mengutip laporan jurnalis Eropa, Fabrizio Romano, Mourinho tidak menyembunyikan ambisinya. Ia ingin membawa Benfica melangkah lebih jauh di Liga Champions dengan mengorbankan Real Madrid.
“Saya ingin menyingkirkan Real Madrid dari Liga Champions. Tapi, saya benar-benar ingin mereka menjuarai La Liga.” Ujarnya.
“Saya juga ingin, Álvaro Arbeloa bertahan sebagai pelatih Madrid selama bertahun-tahun,” ujar Mourinho, Selasa (17/2/2026).
Ambisi Profesional, Respek Personal
Pernyataan itu menggambarkan posisi Mourinho yang unik. Di satu sisi, ia hadir sebagai pelatih Benfica dengan target kompetitif yang jelas. Di sisi lain, relasinya dengan Real Madrid tetap hangat.
Pelatih yang dijuluki The Special One itu memberi apresiasi khusus kepada Álvaro Arbeloa, yang kini menangani Real Madrid. Mourinho menilai Arbeloa memahami identitas dan nilai historis klub ibu kota Spanyol tersebut.
“Dia Madridista sejati,” ungkap Mou.
Hubungan Mourinho dengan Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, juga disebut tetap terjalin baik. Bahkan, menurutnya, Pérez mengirim pesan saat ia resmi menandatangani kontrak bersama Benfica.
“Ia mengirim pesan ketika saya menandatangani kontrak dengan Benfica. Dia mengatakan senang melihat saya kembali menangani klub besar,” kata Mourinho.
Kenangan di Santiago Bernabéu
Mourinho menilai dedikasinya selama menangani Real Madrid menjadi alasan ia tetap dihormati sebagian suporter. Ia merasa memberikan kontribusi maksimal saat memimpin tim di Santiago Bernabéu, termasuk memutus dominasi Barcelona di La Liga pada musim 2011/2012.
“Saya memberikan segalanya untuk Real Madrid. Karena itu, orang-orang menghormati saya.”
“Saya akan menjadi Madridista selamanya. Koneksi ini tidak akan pernah berakhir,” tegasnya.
Ia juga mengingat momen perpisahan yang menurutnya berlangsung dalam suasana terhormat. Mourinho menyebut dirinya sebagai salah satu pelatih yang meninggalkan klub tanpa pemecatan.
“Hari saya pergi, presiden berkata: Anda sudah melakukan hal yang sulit, sekarang datang yang mudah.”
“Semua gelar Liga Champions yang mereka raih setelah itu, membawa kebahagiaan bagi saya,” ujarnya sambil tersenyum.
Setelah era Mourinho berakhir, Real Madrid memang meraih sejumlah trofi Liga Champions. Ia mengaku turut merasakan kebanggaan atas pencapaian tersebut, meski kini berdiri sebagai lawan.
Fokus Benfica di Liga Champions
Pertemuan Benfica dan Real Madrid di playoff Liga Champions menghadirkan dimensi emosional sekaligus strategis. Benfica membutuhkan hasil positif di kandang untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Sementara Real Madrid datang dengan reputasi sebagai salah satu klub tersukses dalam sejarah UCL.
Bagi Mourinho, laga ini bukan sekadar reuni. Ia menempatkan profesionalisme di atas nostalgia. Target utamanya tetap jelas: membawa Benfica meraih hasil maksimal di leg pertama.
Real Madrid tetap menjadi klub yang ia hormati. Namun dalam konteks Liga Champions musim ini, Mourinho memisahkan sentimen pribadi dari kepentingan tim.
Duel di Estádio da Luz diperkirakan berjalan intens. Benfica mengandalkan dukungan publik Lisboa, sedangkan Real Madrid memiliki pengalaman panjang di laga-laga besar Eropa.
Mourinho memahami karakter mantan klubnya, tetapi Real Madrid juga mengenal pendekatan taktis sang pelatih. Faktor itu membuat pertandingan diprediksi berlangsung ketat dan penuh perhitungan.
Di panggung Liga Champions, emosi sering kali bercampur dengan ambisi. Mourinho menunjukkan keduanya secara terbuka. Ia tetap Madridista dalam hati, tetapi di lapangan ia adalah pelatih Benfica yang ingin menang.
Pertarungan ini akan menjadi ujian taktik sekaligus mental. Mourinho datang dengan tekad jelas: menyingkirkan Real Madrid dari Liga Champions, sembari tetap berharap Los Blancos berjaya di La Liga.






