SUMEDANG – Cuaca dingin usai hujan yang mengguyur Sumedang pada Kamis malam (13/2/2026) tak mengurangi antusiasme warga memadati Halaman Parkir Mal Pelayanan Publik di kawasan Alun-alun Sumedang. Mereka datang untuk menyaksikan Gelar Ekosistem Budaya Kasumedangan, sebuah pagelaran seni yang menampilkan kekayaan budaya lokal dalam kemasan kolosal.
Salah satu penampilan yang menyedot perhatian adalah teatrikal tari kolosal “Pangjajap Rasa, Panghiap Ratu”, yang menghidupkan imajinasi kisah Sang Pangeran melalui perpaduan seni tari, musik etnik, serta visual panggung yang megah.
Kegiatan ini menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus wadah kolaborasi bagi pelaku seni, komunitas, dan masyarakat untuk mengembangkan kreativitas daerah.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Menteri PKP RI Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.
Di balik kemeriahan panggung budaya, keandalan listrik menjadi faktor penting yang menunjang kelancaran acara. Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Sumedang memastikan pasokan listrik tetap stabil dengan pengamanan kelistrikan yang dilakukan secara maksimal sejak sebelum acara dimulai hingga selesai.
Manager PLN UP3 Sumedang, Ramdani Agustiyansah, menjelaskan pihaknya menerapkan SOP siaga kegiatan khusus melalui koordinasi dengan panitia, pemetaan lokasi strategis, pengecekan jaringan, hingga pengamanan instalasi listrik.
“Sekitar 12 personel kami siagakan di berbagai titik, serta menyiapkan pasokan cadangan genset dengan total daya 120 kVA. Alhamdulillah acara berjalan lancar, masyarakat dapat menikmati pertunjukan dengan nyaman dan khidmat,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan listrik andal sebagai fondasi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah.
“PLN Jawa Barat akan terus memberikan layanan listrik berkualitas untuk mendukung pembangunan masyarakat. Tidak hanya sektor ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pelestarian budaya dan ekosistem pariwisata. Dengan fondasi kelistrikan yang kuat, setiap event budaya diharapkan dapat terselenggara aman, sukses, dan berdampak pada pertumbuhan potensi daerah,” katanya.
Dengan dukungan listrik yang stabil dan antusiasme masyarakat yang tinggi, Gelar Ekosistem Budaya Kasumedangan pun berlangsung meriah, meninggalkan kesan hangat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Sumedang.






