INISUMEDANG.COM – Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, menyoroti potensi dua talenta muda yang dinilainya memiliki prospek besar untuk berkembang di masa depan. Dua pemain yang menjadi perhatian Rosenior adalah Romeo Lavia dan Josh Acheampong.
Pernyataan tersebut disampaikan Rosenior dalam keterangan yang dikutip dari akun X jurnalis sepak bola Eropa Fabrizio Romano, Senin, 9 Februari 2026. Rosenior menyebut kedua pemain memiliki kualitas yang dapat menjadi fondasi penting bagi proyek jangka panjang Chelsea.
Rosenior mengonfirmasi bahwa Romeo Lavia telah kembali mengikuti sesi latihan bersama tim utama. Gelandang berusia 22 tahun itu sebelumnya harus menepi akibat cedera yang memaksanya absen dari sejumlah pertandingan. Kembalinya Lavia ke lapangan latihan disambut positif oleh tim pelatih.
Menurut Rosenior, perkembangan Lavia menunjukkan sinyal yang menggembirakan. Meski demikian, Chelsea memilih pendekatan yang berhati-hati dalam proses pemulihan sang pemain. Klub tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan Lavia kembali bertanding sebelum kondisinya benar-benar siap.
Chelsea, kata Rosenior, telah menyiapkan program pemulihan yang terstruktur dan rinci. Tujuannya agar Lavia dapat kembali bermain secara konsisten tanpa dibayangi masalah kebugaran. “Kami punya rencana yang sangat detail untuknya, sehingga ketika ia kembali bermain, itu bisa berlangsung dalam jangka panjang,” ujar Rosenior.
Pendekatan tersebut mencerminkan fokus Chelsea pada keberlanjutan performa pemain, bukan sekadar solusi jangka pendek. Lavia dipandang sebagai salah satu gelandang muda dengan potensi teknis dan taktikal yang penting bagi keseimbangan tim.
Selain membahas Lavia, Rosenior juga memberikan perhatian khusus kepada Josh Acheampong. Pemain muda tersebut dinilai memiliki potensi besar yang patut mendapat pengembangan serius. Rosenior menyebut Acheampong sebagai talenta yang menonjol di kelompok usia mudanya.
“Josh adalah talenta yang luar biasa dengan potensi yang sangat besar,” kata Rosenior.
Rosenior menjelaskan bahwa Acheampong kerap dimainkan di beberapa posisi berbeda. Pendekatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses pembentukan pemahaman taktis dan fleksibilitas permainan sang pemain. Menurutnya, pengalaman di berbagai posisi akan memperkaya kemampuan Acheampong dalam membaca permainan.
Meski sering diplot di peran yang beragam, Rosenior menegaskan bahwa untuk jangka panjang Acheampong diproyeksikan sebagai bek tengah. Penempatan tersebut dinilai paling sesuai dengan karakteristik fisik dan kemampuan bertahan yang dimiliki pemain muda tersebut.
Langkah ini memperlihatkan arah kebijakan Chelsea yang berupaya membangun tim dengan fondasi pemain muda. Klub tidak hanya berfokus pada hasil instan, tetapi juga menyiapkan regenerasi skuad secara bertahap.
Bagi Rosenior, pengembangan Lavia dan Acheampong menjadi bagian dari visi jangka panjang Chelsea. Klub berharap kedua pemain tersebut dapat terus berkembang, matang secara permainan, dan kelak menjadi pilar penting di level tertinggi kompetisi.






