BOLA, IniSumedang.Com -Masa kebersamaan bek tengah Kolombia Jhon Lucumí dengan Bologna kian mendekati fase krusial. Penolakan berulang terhadap tawaran kontrak baru membuat masa depan sang pemain menjadi sorotan menjelang bursa transfer musim panas 2026.
Lucumí, yang kini berusia 27 tahun, dilaporkan telah dua kali menolak proposal perpanjangan kontrak dari manajemen Bologna. Sikap tersebut mengirimkan sinyal kuat bahwa sang bek tengah mulai mempertimbangkan langkah baru dalam kariernya, meski kontraknya bersama Rossoblu masih berlaku hingga Juni 2027.
Informasi ini diungkapkan jurnalis Italia Nicolo Schira melalui akun X miliknya. Schira menyebut negosiasi kontrak tidak menunjukkan perkembangan berarti karena Lucumí tetap pada keputusannya untuk tidak menandatangani kesepakatan baru.
Penolakan itu mempertegas spekulasi bahwa Lucumí membuka peluang hengkang lebih awal. Bursa transfer musim panas Juni 2026 dipandang sebagai momen realistis bagi Bologna untuk menentukan arah, apakah mempertahankan sang pemain hingga kontrak mendekati akhir atau melepasnya dengan nilai transfer maksimal.
“Bologna pun, mulai bersiap menghadapi kemungkinan kepergian salah satu pilar utamanya ini,” ungkap Schira, Selasa, 10 Februari 2026.
Lucumí selama ini menjadi figur penting di lini pertahanan Bologna. Konsistensi, kekuatan duel, serta kemampuannya membaca permainan membuatnya dipercaya sebagai salah satu bek andalan dalam beberapa musim terakhir. Kehadirannya turut berkontribusi menjaga stabilitas tim di kompetisi domestik.
Namun, dinamika kontrak yang buntu memaksa Bologna bersikap realistis. Klub Italia tersebut memahami risiko kehilangan pemain inti secara gratis di masa depan. Karena itu, manajemen mulai memetakan opsi, termasuk membuka pintu transfer jika ada tawaran yang sesuai dengan valuasi klub.
Sunderland Siaga Satu
Di tengah ketidakpastian tersebut, Sunderland muncul sebagai peminat paling konkret. Klub Inggris itu disebut siap kembali membuka pembicaraan dengan Bologna setelah negosiasi sebelumnya tidak menghasilkan kesepakatan.
“Sunderland akan datang lagi, melanjutkan pembicaraan yang sempat berlangsung pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, belum menemui kesepakatan,” ucap Schira.
Ketertarikan Sunderland bukan tanpa alasan. Klub tersebut tengah berupaya memperkuat lini belakang dengan pemain berpengalaman yang sudah teruji di level kompetisi tinggi Eropa. Profil Lucumí dinilai sesuai dengan kebutuhan tersebut, baik dari segi usia maupun kualitas permainan.
Meski demikian, Bologna tidak berniat melepas Lucumí dengan harga rendah. Manajemen Rossoblu menetapkan nilai transfer yang cukup tinggi sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi sang bek dan untuk melindungi kepentingan finansial klub.
Schira menyebut Bologna hanya akan membuka pintu transfer jika ada tawaran di kisaran 30 juta euro. Angka tersebut dipandang sebagai batas minimal yang mencerminkan nilai pasar Lucumí saat ini.
“Meski kontraknya akan segera berakhir, Bologna enggan melepas bek andalannya itu dengan harga murah.”
“Bologna bersikeras meminta €30 juta untuk melepas Lucumi,” jelas Schira.
Sikap tegas Bologna membuat proses negosiasi diperkirakan tidak akan berjalan singkat. Sunderland harus mempertimbangkan kesiapan finansial mereka, sementara Bologna tetap menunggu tawaran yang sesuai dengan ekspektasi.
Bagi Lucumí, situasi ini menempatkannya di persimpangan penting. Bertahan di Bologna berarti melanjutkan peran sentral di klub yang telah memberinya panggung utama di Serie A. Sementara pindah ke Inggris membuka peluang baru di kompetisi berbeda dengan tantangan yang lebih besar.
Dengan waktu yang terus berjalan dan posisi tawar yang semakin jelas, saga transfer Lucumí diprediksi akan menjadi salah satu isu panas pada bursa transfer musim panas 2026. Keputusan akhir sang pemain akan sangat menentukan langkah Bologna dan arah belanja Sunderland dalam memperkuat skuadnya.






