Igor Tudor Jadi Pelatih Interim Tottenham Hingga 2026

INISUMEDANG.COM – Eks pelatih Juventus, Igor Tudor, resmi menandatangani kontrak jangka pendek sebagai manajer interim Tottenham Hotspur. Kesepakatan tersebut berlaku hingga Juni 2026 dan tidak memuat opsi perpanjangan.

Penunjukan Tudor terjadi beberapa hari setelah Spurs memecat Thomas Frank menyusul rangkaian hasil buruk di Liga Inggris. Manajemen klub London Utara bergerak cepat untuk memastikan stabilitas tim menjelang akhir musim.

Kabar ini dikutip dari akun X jurnalis transfer Fabrizio Romano. Romano menyebut negosiasi antara Spurs dan Tudor dipercepat dalam beberapa hari terakhir hingga akhirnya mencapai kesepakatan final.

“Tahap negosiasi, telah memasuki fase akhir hinggq akhirnya kesepakatan tercapai,” ungkap Romano, Sabtu (14/2/2026).
Tudor disebut langsung menyatakan kesiapannya menerima peran sementara hingga akhir musim. Penunjukan ini mencerminkan strategi jangka pendek klub untuk menjaga konsistensi performa tim, sembari menyiapkan rencana jangka panjang di kursi pelatih.

Ini Baca Juga :  Tottenham Hotspur Mengincar Penjaga Gawang Muda Guglielmo Vicario dari Empoli

Tottenham memang tengah menyusun proyek baru untuk musim panas mendatang. Manajemen ingin memastikan penunjukan pelatih permanen dilakukan secara matang, tanpa terburu-buru di tengah kompetisi yang masih berjalan.

Beberapa nama telah masuk dalam radar klub. Roberto De Zerbi disebut menjadi salah satu kandidat terkuat untuk memimpin Spurs mulai musim depan. Selain itu, mantan pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino, juga masuk dalam pertimbangan.

Pochettino memiliki rekam jejak emosional bersama Spurs setelah membawa klub bersaing di papan atas Liga Inggris dan mencapai final Liga Champions pada masa jabatannya sebelumnya. Sementara De Zerbi dikenal dengan pendekatan taktik progresif yang dianggap sesuai dengan arah proyek baru klub.

Ini Baca Juga :  Nat Phillips Dalam Dilema: Memilih Antara Feyenoord atau Leeds United untuk Masa Depan Karirnya

Sebelum kesepakatan dengan Tudor diteken, Tottenham telah melakukan kontak dengan sejumlah kandidat interim. Namun, manajemen akhirnya memilih Tudor sebagai solusi paling realistis untuk menjaga stabilitas tim hingga akhir musim.

Dengan kontrak tanpa opsi perpanjangan, posisi Tudor bersifat murni sementara. Fokus utamanya adalah menstabilkan performa tim dan mengamankan target kompetisi yang masih tersisa. Sementara itu, manajemen dapat leluasa merancang era baru di bawah pelatih permanen mulai musim panas.

Keputusan ini menegaskan pemisahan strategi Spurs antara kebutuhan jangka pendek dan visi jangka panjang. Stabilitas langsung dipercayakan kepada Tudor, sementara proyek besar berikutnya akan ditentukan dalam beberapa bulan ke depan.
Kini, publik Tottenham menantikan dampak instan dari tangan Tudor. Di tengah dinamika kompetisi yang ketat, pelatih asal Kroasia itu diharapkan mampu menjaga momentum dan mengembalikan kepercayaan diri skuad hingga akhir musim 2025–2026.

Ini Baca Juga :  Langkah Cepat Manchester United untuk Merekrut Harry Kane dan Meningkatkan Peluang di Liga Premier