SUMEDANG, 28 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan keamanan takjil Ramadan menjadi prioritas selama bulan puasa. Melalui Dinas Kesehatan, petugas Puskesmas turun langsung ke lapangan untuk melakukan edukasi dan inspeksi kepada para pedagang di sejumlah titik keramaian.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya aktivitas jual beli makanan berbuka puasa. Setiap Ramadan, jumlah pedagang takjil bertambah signifikan. Pemerintah daerah menilai situasi tersebut perlu pengawasan agar makanan yang beredar tetap aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Petugas Puskesmas tidak hanya memeriksa kondisi makanan yang dijual, tetapi juga memberikan pendampingan kepada pedagang. Edukasi mencakup standar kebersihan, cara pengolahan makanan yang higienis, serta pemilihan bahan pangan yang aman.
Inspeksi dilakukan untuk memastikan produk takjil memenuhi ketentuan kesehatan. Pemeriksaan meliputi tampilan fisik makanan, cara penyimpanan, hingga kebersihan peralatan yang digunakan.
Edukasi dan Pendekatan Persuasif
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya langkah preventif selama Ramadan. Ia menyebut lonjakan jumlah pedagang harus diimbangi dengan pengawasan yang konsisten.
“Saat Ramadan ini banyak yang berjualan takjil. Untuk memastikan masyarakat Sumedang mendapat makanan sehat dan aman dikonsumsi, saya menginstruksikan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas melakukan pengawasan, edukasi, serta inspeksi kepada pedagang takjil,” ujarnya.
Instruksi tersebut menjadi dasar gerak petugas kesehatan di lapangan. Mereka menyasar pusat-pusat penjualan takjil, termasuk pasar dadakan dan kawasan yang ramai menjelang waktu berbuka.
Menurut Dony, pendekatan yang dilakukan bersifat persuasif dan edukatif. Pemerintah tidak menempatkan pedagang sebagai objek penindakan, melainkan sebagai mitra dalam menjaga kualitas pangan.
“Tujuannya memastikan takjil yang dijual memenuhi ketentuan aman dikonsumsi,” tambahnya.
Pendekatan ini diharapkan mendorong kesadaran pedagang untuk menjaga standar kebersihan tanpa harus menunggu sanksi atau teguran.
Antisipasi Bahan Berbahaya
Pengawasan takjil Ramadan juga bertujuan mencegah penggunaan bahan berbahaya dalam makanan. Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada zat aditif berisiko yang digunakan demi meningkatkan warna, rasa, atau daya tahan produk.
Selain itu, petugas memeriksa kebersihan tempat berjualan. Paparan debu, lalat, serta penyimpanan yang tidak tertutup berpotensi menurunkan kualitas makanan. Melalui edukasi langsung, pedagang diberi pemahaman tentang risiko kesehatan yang dapat muncul jika standar sanitasi diabaikan.
Upaya ini sejalan dengan prinsip perlindungan kesehatan masyarakat. Ramadan menjadi momentum penting karena konsumsi makanan berbuka meningkat dalam waktu singkat dan melibatkan banyak pelaku usaha kecil.
Menjaga Kenyamanan Ibadah
Bupati berharap pengawasan rutin tersebut memberi rasa aman bagi warga. Masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa tanpa kekhawatiran terhadap keamanan makanan yang dikonsumsi saat berbuka.
Keamanan takjil Ramadan bukan hanya isu teknis kesehatan, tetapi juga bagian dari pelayanan publik. Pemerintah daerah menilai kualitas pangan berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pelibatan aktif Dinas Kesehatan dan Puskesmas, Sumedang berupaya menjaga standar pangan tetap terkendali selama bulan suci. Edukasi dan inspeksi akan terus dilakukan di berbagai lokasi hingga Ramadan berakhir.
Langkah preventif ini diharapkan menciptakan budaya sadar pangan yang berkelanjutan, tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga pada periode lainnya. Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memastikan takjil yang beredar aman, higienis, dan layak konsumsi bagi seluruh warga Sumedang.






